Pialang Forex Dipolisikan, Korban Minta Top Leader GCG Ditetapkan Tersangka

para korban saat mendatangi Mapolrestabes Surabaya/RMOLJatim
para korban saat mendatangi Mapolrestabes Surabaya/RMOLJatim

Pialang ilegal dari Guardian Capital Grup (GCG) dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan penipuan investasi bodong berkedok trading forex. Sebanyak 34 ribu orang menjadi korban dalam kasus ini. Total kerugian yang diderita sebesar Rp 1,8 triliun.


Puluhan korban telah melaporkan beberapa agen ke pihak kepolisian, antara lain ke Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri, Polda Metro Jaya, serta Polda Jatim. Tak hanya itu, para korban ada juga yang melaporkan ke Polrestabes Surabaya dan Polresta Malang.

Kini, para korban yang melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya mendatangi penyidik untuk menanyakan kelanjutan perkara yang dilaporkannya sejak bulan April lalu.

"Harapan kami kasus yang dilaporkan ini berjalan hingga ke penetapan tersangka. Untuk saya pribadi laporannya bulan April lalu," kata Arif, salah seorang korban pada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/10).

Dalam kasus ini, Arif mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta. Kerugian itu belum termasuk mengganti kerugian para downlinenya akibat beban moral yang dialaminya.

"Kurang lebih 300 juta tapi belum termasuk kerugian saya mengganti uang yang diinvestasikan downline saya," ungkapnya.

Dijelaskan Arif, awalnya ia tertarik dengan investasi di GCG ini karena awalnya hitungan bisnisnya menggiurkan dengan nilai keuntungan sebesar 5 persen selama perminggu. Namun belakangan ia dan para downlinenya tidak bisa lagi mengakses akun membernya.

"Akun kami di blokir dan tidak bisa diakses lagi. Sedangkan uang kami tidak bisa dicairkan," jelasnya.

Untuk menuntut haknya tersebut, Ia melaporkan leadernya bernama Robby, karena merasa dirugikan sebesar Rp. 300 juta. Namun dalam kasus ini, orang yang dianggap wajib  bertanggung jawab adalah David Hendrawan. Karena David merupakan top leader untuk wilayah Surabaya.

"Kalau yang diatas kita itu yang banyak melaporkan David. Karena dia top leader pemegang Surabaya,"ungkapnya.

Sementara, Irwanto, salah satu korban lainnya mengatakan ia bergabung dengan GCG sejak bulan Mei. Sedangkan kerugian yang dialaminya sebesar Rp.100 juta.

"Saya belum pernah menerima keuntungan. Saya berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini hingga tuntas, hingga ada tersangka" tandasnya.

Diketahui, untuk kasus yang dilaporkan di Polda Jatim, saat ini telah sampai tahap pelimpahan berkas ke Kejaksaan Tinggi. 

Para korban di surabaya berharap, Kapolda Jatim memberikan atensi khusus atas kasus ini dan menahan para pelaku karena banyaknya korban yang dirugikan dengan angka mencapai ratusan milliar.

Selain itu para korban juga berharap agar Polda Jatim membuka posko bagi para korban lainnya yang ingin melapor.