Usai Diresmikan Walikota, Pasar Cakar Ayam Senilai Rp 3 Miliar Sepi

Kondisi Pasar tradisional Cakar Ayam yang sepi penjual dan pembeli /RMOLJatim
Kondisi Pasar tradisional Cakar Ayam yang sepi penjual dan pembeli /RMOLJatim

Keberadaan Pasar Cakar Ayam di Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto yang semula pasar loak dan ayam kemudian dibangun kembali dengan harapan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitarnya.


Namun pada kenyataannya Pasar Cakar Ayam yang pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 3 miliar lebih, kini kondisinya sepi seperti pasar mati.

Pantauan di lapangan, dari 104 lapak yang tersedia, hanya sekitar 30 persen saja yang aktif, diantaranya dua penjual nasi di tengah dan selatan dalam pasar. Selebihnya ada yang sama sekali tidak buka dan ada pula yang hanya sekadar menggantungkan barang dagangan.

Sepinya pasar dari informasi yang dihimpun menyebutkan, pemilik lapak banyak yang bukan asli pedagang sehingga banyak lapak yang tidak buka. Selain itu, pemilik lapak banyak yang bukan warga sekitar bahkan ditengarai ada yang dari luar kota.

Padahal sebelumnya pasar Cakar Ayam ini merupakan pasar loak yang tidak pernah sepi dari pengunjung setip harinya. Kini pasar loak direlokasi ke pasar Kliwon yang juga mengalami hal yang sama yakni sepi.

Eks pasar loak yang dijadikan pasar tradisional yang barang dagangannya sangat berbeda dari keberadaan semula dan menelan anggaran lebih dari Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN. Bahkan peresmiannya dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada akhir bulan April lalu.

Selain pasar Cakar Ayam, Pemkot Mojokerto masih akan membangun pasar lagi padahal sudah ada pasar kecil seperti pasar Kranggan dan pasar Juritan. Menilik dari sepinya pasar Cakar Ayam, bukan mustahil jika pasar baru yang dibangun bernasib sama dengan pasar Cakar Ayam, sepi. Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo yang dihubungi tidak menampik jika pasar Cakar Ayam yang diresmikan empat bulan lalu itu kini kondisinya sepi.

“Kita sedang melakukan evaluasi terkait pasar Cakar Ayam yang hanya buka sekitar 30 persen saja,” katanya, beberapa waktu lalu.

Guna menghidupkan pasar Cakar Ayam, lanjutnya, pedagang yang sekarang akan diganti dengan pedagang yang baru.

“Pedagang yang sekarang berjualan di Jalan KH Nawawi rencananya akan dipindah ke pasar Cakar Ayam Kira-kira nanti pada akhir bulan Oktober kita pindahkan,” imbuhnya. Menurutnya, sebelum pasar Cakar Ayam dibuka sudah dilakukan seleksi terhadap pedagang. Seleksi berdasarkan usulan dari berbagai pihak termasuk dari RT/RW. “Sebagian pedagang pasar Tanjung Anyar awalnya kan kita tempatkan di pasar Cakar Ayam, tapi mereka kembali pasar Tanjung karena di pasar Cakar Ayam sepi,” jelasnya