Dikenal Smart City dan Mendunia Tapi Masih Banyak Masalah, Ini Pesan Bagi Walikota Surabaya Terpilih

Inisiator Akar Rumput, Syamsul Arifin/Repro
Inisiator Akar Rumput, Syamsul Arifin/Repro

Paslon Cawali dan Wawali Kota Surabaya yang nantinya terpilih menerima amanah dari warga Kota Surabaya diharapkan jangan hanya bisa copy paste.


Demikian disampaikan Inisiator Akar Rumput, Syamsul Arifin pada Kantor Berita RMOLJatim, Senin (26/10).

“Walikota Surabaya terpilih jangan hanya terkesan tebar pesona serta jangan hanya pandai menjual gagasan, program ataupun visi misi saat musim kampanye. Tapi harus melihat, mendengar dan bertindak untuk memberi solusi atau jalan keluar apa yang dirasakan masyarakat di bawah,” terang Syamsul.

Syamsul mencontohkan, di wilayah Perak, khususnya Jalan Teluk Nibung saat musim hujan seperti sekarang ini sangat rentan banjir. Karena wilayah tersebut menjadi "mangkok" hujan. Padahal wilayah tersebut tidak jauh dengan pelabuhan Tanjung Perak yang notabene bisa dicarikan solusi seperti pemantauan dan perbaikan keberadaan selokan atau saluran.

“Kalau diperlukan dan sifatnya urgent, ya agendakan pembuatan atau pengadaan rumah pompa yang mana bisa meminimalisir permasalahan tahunan tersebut,” jelasnya.

Permasalahan yang tidak kalah kongkretnya bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah Perak dan sekitarnya yaitu mengenai pendidikan.

Menurut Syamsul, saat ini sudah masuk tahun ketiga warga Perak dan sekitarnya merasa terdiskriminasi saat PPDB Online jalur zonasi.

“Wilayah Kecamatan Pabean Cantian menaungi 5 Kelurahan, namun sayang fasilitas gedung SMP Negeri hanya ada satu yaitu SMPN 8 di Jalan Bunguran. Lebih tragisnya lagi untuk SMAN dan SMKN di wilayah Kecamatan Pabean Cantian tidak ada satupun fasilitas gedung tersebut,” tandasnya.

Syamsul meyakini permasalahan PPDB jalur zonasi tidak menutup kemungkinan juga dialami di wilayah lain.

Karena itu, lanjutnya, jika permasalahan infrastruktur tidak kunjung terpenuhi atau tidak ada jalan keluar bagaimana mungkin regulasi dan reputasi Kota Surabaya yang Smart City dan mendunia bisa berjalan dengan baik, sedangkan keadilan dan kesejahteraan nyatanya belum semuanya terpenuhi.