Kontroversi Film ‘My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme’, Kiai Luthfi Bashori: Yang Menghina Cadar Aqidahnya Rembes dan Belekan

KH Luthfi Bashori/Dok. pribadi
KH Luthfi Bashori/Dok. pribadi

Film berjudul “My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme” menuai kontroversi. Film pendek yang dirilis di Kanal YouTube Nahdlatul Ulama (NU) pada Jumat (23/10) sejatinya dirilis untuk merayakan Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10). Sayangnya, konten dalam film  dinilai mengandung konten yang berpotensi mengadu domba sesama umat Islam.


Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al-Murtadla Al-Islami, Singosari, Malang, KH Luthfi Bashori mengomentari bahwa konten film tersebut sangat merendahkan aqidah. Kiai Luthfi menyebut sebagai aqidah rembes.

“Orang yang memusuhi dan anti syariat bercadar bagi wanita muslimah itu karena aqidahnya rembes dan belekan,” kata Kiai Luthfi pada Kantor Berita RMOLJatim, Senin (26/10).

Lanjut Kiai Luthfi, aqidah rembes bisa dikemas dalam ceramah ataupun tulisan.

“(Aqidah rembes) entah itu disampaikan dalam ceramah atau dalam tulisan, atau dikemas dalam film sekalipun,” ungkapnya.

NU sendiri, tambah Kiai Luthfi, mengakui bahwa cadar termasuk ajaran syariat. Kiai Luthfi lantas mengutip salah satu tulisan di NUOnline di mana Syekh Syarqawi menulis “Adapun aurat perempuan di luar shalat dari sisi pandangan laki-laki lain terhadap dirinya adalah seluruh badannya, sampai wajah dan kedua telapak kakinya.”

“Di sini jelas, maka siapapun yang menghina cadar hukumnya adalah murtad,” sebut Kiai Luthfi.

Kiai Luthfi tidak memungkiri bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Sebagian mereka menghukumi bahwa wanita muslimah itu wajib bercadar.

“Karena bercadar itu dapat menutupi wajah yang seiring dengan kewajiban menutupi seluruh tubuh bagi wanita muslimah. Dan sebagian lainnya memghukumi bahwa bercadar itu hukumnya sunnah,” tuturnya.

“Tapi tetap saja, dengan adanya perbedaan pendapat di kalangan para ulama ini tidak mengeluarkan status bahwa cadar adalah bagian dari ajaran Syariat Islam,” tandasnya.