Pembuat Film 'My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme’ Sadis dan Tidak Bermoral, Banyak Warga NU Jijik Menontonnya

Salah satu adegan perkelahian di film My Flag Merah Putih vs Radikalisme/Net
Salah satu adegan perkelahian di film My Flag Merah Putih vs Radikalisme/Net

Film pendek yang tayang di kanal Youtube NU Channel berjudul 'My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme’ dinilai sebagai film sadis dan tidak bermoral.


Hal ini disampaikan Tjetjep Muhammad Yasin atau akrab dipanggil Gus Hasyim, alumni PP Tebuireng, Jombang pada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (28/10).

"Film sadis, jahat dan tidak bermoral, penuh fitnah dan sarat hasutan. Banyak permintaan dari warga NU agar film itu dicabut dari Youtube," jelas Gus Hasyim.

Menurut Gus Hasyim, setelah dirinya melihat film 'My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme’, ada upaya mengadu domba umat Islam. 

"Film 'My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme’ adalah film pendek murahan yang tidak ada mutunya. Di situ ada maksud jahat pembuatnya yang dengan keji hendak mengadu domba umat Islam," tegasnya.

Lanjut Gus Hasyim, pembuat film ingin menjustifikasi Muslimah bercadar dan memakai celana cingkrang yang dianggap anti merah putih. 

"Pembuat film My Flag dan yang terlibat di dalamnya sengaja membuat vonis keji dan sadis kepada saudara Muslimah pemakai cadar dan mereka yang memakai celana cingkrang," urainya.

Ditambahkan lelaki yang berprofesi sebagai pengacara ini, sutradara film tersebut tidak mengerti Islam, tidak paham tentang Islam. Mereka juga tidak mengerti hukum cadar, tidak mengerti celana cingkrang.

“Saya heran, di situ ada Gus Muwafiq. Padahal sejarah para penjuang kemerdekaan Republik Indonesia ini, dulu itu banyak yang bangga dengan celana cingkrang. Dan maaf saja, saya sampai sekarang tidak pernah melihat orang bercelana cingkrang dan cadar menghasut orang. Mereka justru tawadhu menjalankan sunnah Rasulullah,” tandasnya.

“Begitu juga soal cadar. Hukum memakai cadar, Itu sudah jelas. Ada yang menghukumi wajib, silakan. Ada menanggap sunnah, monggo. Ada yang berpendapat, muka wanita itu bukan aurat, silakan. Semua memiliki hujjah tersendiri. Warga NU sendiri jijik melihat film itu. Terbukti banyak respon negatif atas film ini, jauh lebih besar ketimbang yang mendukung,“ pungkasnya.