Terkait Video Kampanye di Sekolah, Pegiat Politik : Indikasi Dinasti Politik Mulai Mengakar

Pegiat Politik di Banyuwangi, Danu Budiono/RMOLJatim
Pegiat Politik di Banyuwangi, Danu Budiono/RMOLJatim

Terkait beredarnya video rekaman kampanye Ketua Komite SMAN 1 Pesanggaran, pegiat politik di Banyuwangi, Danu Budiono, menangkap bahwa dari rekaman tersebut terdapat indikasi dinasti politik mulai mengakar.


"Apalagi dari video yang berdurasi 32 detik itu benar dilakukan di dalam kelas di SMAN 1 Pesanggaran. Kepala sekolahnya juga perlu dimintai klarifikasi, tentang kebenaran tempat dan siapa saja yang menghadiri acara tersebut," kata Danu kepada Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (30/10).

Di Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 huruf h, kata dia, pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

"Inilah salah satu indikasi adanya dinasti politik dan sedang mengakar. Apalagi ada kata-kata (diksi) yang disampaikan yakni 'titip pesan', 'pilih yang wedok' (perempuan) atau 'lanjutkan'. Itu diksi kampanye. Sebaiknya tidak diucapkan," papar Danu.

Di masa kampanye ini, lanjutnya, diksi seperti itu harus dipahami oleh siapapun. Misalnya, saat mengisi kuliah umum, seminar atau rapat-rapat yang diadakan di tempat pendidikan dan tempat ibadah. Di situ memaparkan keberhasilan pemerintah. Lalu menyebut 'maka kesinambungan atau lanjutkan' itu, kata dia, sudah termasuk kampanye.

"Dalam UU Pemilu 7 2017, lembaga pendidikan termasuk wilayah yang dilarang jadi arena kampanye," tegas dia 

Selain itu jika benar, bahwa Ketua Komite SMAN 1 Pesanggaran juga seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSK), maka, tambah Danu, oknum tersebut adalah perusak demokrasi.

"Apabila ada oknum di lingkungan pemerintahan, tak terkecuali anggota TKSK atau yang lain, mencederai demokrasi dan nyata-nyata secara terbuka kampanye harus ditindak tegas. Agar reformasi birokrasi tidak hanya sebatas wacana," kritik Danu.

Diberitakan sebelumnya, video berdurasi 32 detik yang diduga merekam Ketua Komite SMAN 1 Pesanggaran mendukung pasangan calon (Paslon) di Pilbup Banyuwangi nomor 02, Ipuk-Sugirah menyebar secara berantai melalui salah satu WhatsApp (WA) Group. 

Diduga pula, saat itu, menempati salah satu ruangan kelas, seperti tulisan pada data inventaris kursi peserta. Kejadian itu direkam oleh salah satu peserta rapat.

Dalam rekaman itu, Ketua Komite SMAN 1 Pesanggaran, Subur mengajak peserta rapat untuk mendukung Calon Bupati (Cabup) perempuan.