Autopsi Jasad Pekerja Bengkel Bubut Makan Waktu 5 Jam

dr Thatit Bimo/RMOLJatim
dr Thatit Bimo/RMOLJatim

Autopsi jasad pekerja bengkel bubut di kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi memakan waktu sekitar 5 jam. Ari Firmansyah, warga Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Ngawi. Korban tewas diduga tertembak senapan angin di tempat kerjanya.


"Proses pembedahan memakan waktu lima jam untuk mengetahui persis penyebab kematian korban. Jenasah datang ke sini jam 22.00 WIB, Selasa (17/11) disertai surat permintaan bedah dari kepolisian. Terus kita lakukan autopsi jenasah sampai dini hari tadi," terang dr Thatit Bimo selaku dokter forensik, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (18/11).

Mengenai hasil autopsi, lanjutnya, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan baik mengenai penyebab meninggalnya korban maupun ada tidaknya proyektil di tubuh jenasah. Mengingat kapasitas tersebut berada di domain kepolisian dalam hal ini Polres Ngawi. Sebab keterangan detailnya akan disampaikan melalui press release oleh kepolisian.

"Usai diautopsi jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban berusia 38 tahun itu adalah pekerja di Bengkel Mobil Rins Jalan Jekitut, Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi. Dia terkena peluru senapan angin di bagian dada kiri sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (17/11). Korban meninggal setelah menjalani perawatan di RS Widodo.