Polisi Benarkan Ari Tewas Terhembus Peluru

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama/RMOLJatim
Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama/RMOLJatim

Kasus dugaan salah tembak senapan angin yang menyebabkan satu orang tewas di bengkel bubut Rins Jalan Jekitut, Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi pada Selasa kemarin, (17/11) akhirnya terungkap melalui gelar perkara Polres Ngawi. 


Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menjelaskan, pihaknya sudah melakukan olah TKP maupun autopsi terhadap jenasah korban di RSUD dr Soeroto Ngawi. Hasilnya, Ari Firmansyah (38) warga Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Ngawi meninggal akibat tertembus peluru senapan angin kaliber 4,5 milimeter mengenai  dada kiri. 

"Hasil autopsi bahwasanya dokter forensik membenarkan yang menyebabkan meninggalnya korban adalah satu butir peluru kaliber 4,5 milimeter mengenai dada menembus paru-paru kiri hingga ke kanan," terang AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, Rabu, (18/11).

Dibenarkan, jarak antara posisi senapan angin yang dibawa DA (41) warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ngawi dengan korban saat kejadian memang sangat dekat hanya sekitar 5 meter. Akibat luka tersebut lanjutnya, korban mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kesulitan bernafas. Pun, korban meninggal dalam perjalanan ketika dilarikan ke RS Widodo yang berjarak 2 kilometer. 

"Kita proses sesuai Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Maka kita tahan," tandasnya.

Secara singkat terkait kronologi beber I Gusti Agung Ananta, awalnya tersangka (DA-red) mengajak salah satu kawannya yang sudah mengcrome senapan angin dan akan mengambilnya. Karena ditempat lokasi kejadian atau bengkel Rins bisa memperbaiki senapan maka DA ikut temanya tersebut dengan tujuan ingin melakukan perbaikan senapan angin miliknya. 

Ketika sampai di bengkel si tersangka mencoba senapannya dengan meminta 4 butir peluru ke pihak bengkel lalu menaruh senapannya diatas meja yang posisinya lurus dengan korban yang lagi mengerjakan bubut. Saat itulah tersangka hendak mengosongkan angin pada senapan, tapi sayangnya masih ada satu peluru di laras senapan dan meledak mengenai dada kiri korban.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 6 saksi maupun tersangka sendiri memang keberadaan senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 milimeter merupakan hasil modifikasi. Bahkan jika dijual lagi ke pihak lain senapan angin milik tersangka bisa terjual senilai antara Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.