Melalui Program IYP, Intiland Sosialisasikan Sektor Properti Pada Anak Muda

Komunitas I AM Community mempelajari rancangan salah satu proyek PT Intiland Development Tbk, beberapa waktu lalu/dok hms
Komunitas I AM Community mempelajari rancangan salah satu proyek PT Intiland Development Tbk, beberapa waktu lalu/dok hms

PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) meluncurkan Intiland Youth Panel dan I AM Community sebagai salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan untuk anak-anak muda atau kelompok generasi milenial. Melalui program Intiland Youth Panel (IYP), Perseroan mengambil inisiatif untuk mensosialisasikan sektor properti dan menyelenggarakan beragam aktivitas edukasi properti kepada anak-anak muda sejak dini.


"Pembentukan program Intiland Youth Panel menjadi salah satu wujud tanggung jawab Perseroan sebagai developer properti. Pengenalan industri dan investasi properti kepada anak-anak muda menjadi langkah strategis dalam rangka membangun industri secara berkelanjutan dan selaras dengan visi perusahaan untuk memberikan peluang kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman," kata Corporate Secretary Intiland, Theresia Rustandi, dikutip Kantor Berita RMOLJatim secara daring melalui Zoom, Kamis (18/11).

Dijelaskannya, industri properti merupakan salah satu industri strategis dan penggerak utama perekenonomian nasional. Sektor properti selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena terdapat 175 industri ikutan, 350 Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja. 

“Sebagai industri strategis, keberlanjutan industri menjadi fokus penting bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Intiland sebagai developer. Bagaimana memastikan anak-anak muda dan kelompok milenial ini paham tentang properti, mengerti investasi properti dan mampu berinvestasi atau membeli produk properti adalah sebuah langkah penting, karena mereka adalah konsumen masa depan,” tuturnya.

Pembentukan program IYP dan I AM Community juga berangkat dari keprihatinan terhadap persepsi umum di kelompok milenial bahwa properti bukan prioritas penting. 

Mereka merasa hal-hal lain seperti gaya hidup, liburan, hobi, gawai, atau produk bermerek, sebagai faktor yang lebih penting. Kurangnya pengenalan tentang industri dan investasi ini melahirkan pandangan bahwa properti bukan prioritas dan dirasakan sebagai sesuatu hal yang tidak terjangkau.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jangkauan, maka pelaksanaan program IYP dilakukan melalui kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai lembaga dan komunitas yang memiliki tujuan sama. 

Program ini juga melahirkan komunitas anak muda, salah satunya adalah pembentukan I AM Community. 

Selain itu Perseroan juga berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap program vokasi dan kemahasiswaan UI untuk mengerjakan studi kelayakan pada salah satu proyek Perseroan. 

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak muda untuk berkiprah dan belajar mengenai industri properti melalui I AM Community,” ujarnya lebih lanjut.

I AM Community adalah sebuah komunitas yang beranggotakan anak-anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan dan wilayah. Komunitas ini memfokuskan program dan kegiatannya pada aktivitas edukasi, keahlian, pengembangan personal, dan motivasi mengenai industri dan investasi properti.

Dirintis sejak tahun 2018, komunitas dengan slogan ‘I AM Smart, I AM Capable!’ ini berkembang pesat dan keanggotaannya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Para anggotanya berasal dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, London School of Public Relations Jakarta, Universitas Moestopo, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Pelita Harapan.

“Kami senang melihat antusiasme anak-anak muda ini. Mereka luar biasa kreatif dengan ide-ide segar dan punya passion kuat untuk saling berbagi pengalaman serta komitmen untuk memajukan komunitas ini secara kolektif,” jelas Theresia.

Sementara itu, Monica Tanata, pendiri & Chief Executive Officer I AM Community, memaparkan salah satu program utama saat ini adalah I AM Talent, sebuah ajang pemilihan dan pelatihan bagi Brand Ambassador dan Duta. 

Proses seleksi dan rangkaian program-programnya diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Instagram selama tiga bulan, sejak bulan Agustus sampai November 2020.

Program yang menyasar kelompok usia milenial ini memberikan beragam jenis pelatihan dan metode -metode pengembangan diri yang bermanfaat bagi para pesertanya. 

Program-program yangdiselenggarakan antara lain mengenai pengembangan personal seperti grooming, personal branding, 

public speaking, kerjasama tim, pengembangan jejaring, dan kepemimpinan, serta edukasi mengenai konten di media sosial, pengembangan karier, dan tentunya pemahaman mengenai investasi dan industri properti.

“Program ini secara khusus dirancang dan menyasar kepada generasi milenial. Mereka dapat belajar mengenai bagaimana cara mengembangkan potensi diri dan karier secara efektif, mampu mendayagunakan perkembangan sosial media, dan paham serta berani melakukan investasi propertisejak usia muda,” ungkapnya.

Program I AM Talent secara spesifik memotivasi dan mengajak generasi milenial yang memiliki semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi untuk belajar hal-hal baru. 

Peserta yang lolos seleksi dan terpilih sebagai Brand Ambassador (BRAM) mendapatkan manfaat dan kesempatan mengikuti kelas￾kelas eksklusif yang digelar secara regular dengan para ahli dan pakar di bidangnya. 

Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring baru secara profesional, hingga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan pendampingan langsung dari para eksekutif puncak perusahaan-perusahaan nasional dan para ahli di sejumlah bidang.

Menurut Monica, dengan mengusung tema ‘Millennials Breakthrough’, program I AM Talent dikemas untuk memberikan keyakinan bagi generasi milenial bahwa mereka adalah generasi yang mampu dan memiliki kesempatan melakukan perubahan. 

Mereka diharapkan dapat memanfaatkan setiap peluang sejak usia muda sebagai agent of change dengan mengembangkan setiap potensi serta kemampuannya secara optimal untuk membawa perubahan yang lebih baik.

“Setiap individu dianugerahi potensi dan bakat sendiri-sendiri. Tantangannya hanya mengenali, tahu cara mengembangkan, serta memiliki passion, dan komitmen yang utuh untuk maju dan berkembang. Peran kami adalah membantu mereka menemukan jalan tersebut,” kata Monica

Selain untuk pengembangan diri, I AM Community juga memiliki tujuan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya investasi sejak dini, khususnya di sektor properti. 

Menggunakan metode pendekatan yang bersifat fun dan edukatif, I AM Community mendayagunakan secara optimal melalui berbagai aplikasi media sosial seperti Instagram, Tik Tok, Podcast, LinkedIn, dan Website. Selain itu, beragam kegiatan training, sharing, talkshow, maupun diskusi interaktif melalui webinar, chatminar,atau pertemuan tatap muka sebelum masa pandemi Covid-19. 

Monica menjelaskan selama ini I AM Community aktif dalammenyelenggarakan beragam kegiatan dan aktivitas yang diikuti oleh para anggotanya maupun masyarakat luas. Salah satu program utamanya adalah “Wake Up Project” yang banyak diikuti oleh generasi milenial. 

Program ini memiliki serangkaian aktivitas seperti serial acara talkshow dan seminar dengan menghadirkan para pakar dan ahli di sejumlah bidang.

I AM Community juga menggagas praktik patungan properti dengan modal yang minim bersama Estator serta berencana menyelenggarakan kompetisi keliling negara ASEAN secara gratis jika pandemi telah usai. 

Theresia Rustandi yang juga selaku Board of Patron I AM Community menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas komitmen I AM Community dalam pengembangan potensi anak-anak muda di Indonesia agar lebih paham mengenai industri properti, baik dari sisi investasi properti maupun dari sisi pengetahuan seputar ilmu dasar properti yang diberikan pada setiap kegiatan.

“Kami bangga bisa turut memberikan kontribusi nyata untuk pengembangan anak-anak muda di Indonesia. Melalui I AM Community, kami ingin membangun kesadaran anak-anak muda terhadap pentingnya investasi, mengatur keuangan, dan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Theresia. 

Komunitas ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang potensial, bertalenta, dan memahami serta dapat menjadi investor handal atau bahkan menjadi pebisnis properti yang tangguh. 

“I AM Community juga akan menjadi talent pool management bagi industri terhadap kebutuhan calon￾calon profesional muda yang berprestasi dan memahami industri properti,” ujarnya lebih lanjut. 

Board of Patron I AM Community beranggotakan sejumlah tokoh dan pelaku industri properti nasional. Anggota Board of Patron meliputi Hendro S. Gondokusumo selaku Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Properti, Theresia Rustandi selaku Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia, Darmadi Darmawangsa selaku Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia periode 2009-2015 dan Eddy Hussy selaku Ketua Umum Real Estate Indonesia periode 2013-2016.