Meneruskan Perjuangan Rusululloh, Ngaji Kitab Samawi Dengan Bahasa Suryani di Ponpes UNIQ Nusantara Malang

foto/rmoljatim
foto/rmoljatim

Dalam menyeimbangkan kader-kader penerus perjuangan Rasullulloh SAW, tentu banyak sekali hal-hal yang harus dipahami dan harus dicapai dalam segala bidang, seperti ilmu agama yang relatif dan efisien untuk menunjang jati diri yang agamis dengan nasionalis, dimana tidak hanya memperdalam ilmu syariat saja.


Maka dari itu, di Pondok Pesantren (Ponpes) UNIQ Nusantara yang berada di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang melalui ngaji dengan Kitab Samawi yang digelar setiap hari rabu malam pada setiap minggu dengan mengajarkan kepada ratusan santri dan semua jamaah dari seluruh kalangan masyarakat dalam mempelajari ilmu tassawwuf yang berbaur salafyssolih dan modern dalam bentuk bahasa suryani.

Pengasuh Ponpes UNIQ Nusantara, KH. M. Abdul Ghufron Albantani Adinagoro mengatakan, bahwa Kalam Suryani adalah bahasanya Allah dari Dzat Allah kepada Malaikat Jibril. Dari Malaikat Jibril ke Nabi Adam dan Para Nabi.

Selain itu KH. M. Abdul Ghufron Albantani Adinagoro sendiri menekankan, bahwa karangan Kitab Samawi tidak ditujukan untuk Muhadatsah (Percakapan) akan tetapi menjelaskan perjalanan makhluk menuju sang kholik (Tassawuf). Selain itu, untuk menyelamatkan umat, ciptaan Allah agar kembali ke tauhid. 

"Kalau kita ingat kepada Allah, pasti semuanya akan kembali terhadap Allah. Karena tujuan saya sendiri, untuk menyelamatkan umat di dunia ini. Selama ini banyak manusia ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan mengatasnamakan Tassawuf, akan tetapi mereka tidak memahami bagaimana perjalanan Tasawwuf yang sebenarnya.

Lebih - lebih di zaman sekarang banyak sekali ulama akhirat ( benar-benar dekat dengan Robb nya, red) yang sudah kembali ke Hadratillah. Sehingga hilanglah fitrah ilmu dan ajaran -ajaran Salafussolih (Ulama-ulama terdahulu, red)." Jelas KH. M. Abdul Ghufron Albantani Adinagoro yang merupakan cicit dari Syekh Nawawi Albantani. Rabo (18/11)

Lebih jauh, KH. M. Abdul Ghufron Albantani Adinagoro memaparkan, bahwa Kitab Samawi memiliki arti perjalanan Ruhani. Bukan untuk menandingi Al-qur'an dan Hadist, akan tetapi mengembalikan Al-qur'an dan hadist kepada fitrahnya. Pasalnya, melihat perkembangan realita kehidupan saat ini manusia diporak-porandakan aqidahnya dengan kemajuan tekhnologi. Sehingga manusia enggan mempelajari ilmu agama.

" Mudah-mudahan dengan adanya kitab ini, bisa memberikan pemahaman kita terhadap Al-qur'an dan hadist sebagai pegangan hidup menuju hidup yang abadi. Yang mana , Al-qur'an dan hadist adalah pusaka warisan dari Nabi Muhammad SAW," tegasnya.

Dengan adanya karya illahiyah, tambah KH. M. Abdul Ghufron Albantani Adinagoro, mudah-mudahan juga bisa memberikan jalan hikmah serta mukasyafah bagi orang-orang yang sekuat tenaganya ingin mendekatkan diri serta riyadhoh kepada Allah SWT.

Sedangkan, untuk implentasinya Kitab Samawi dapat mempersatukan bangsa yaitu sambil mengaji dan dikaji untuk umat," mudah-mudahan Ponpes yang ada di Indonesia mendapatkan Kitab Samawi," tandasnya.

Yang menarik, bahwa santri di Ponpes UNIQ Nusantara tidak dipungut biaya sama sekali. Seperti dikatakan Ilyas yang merupakan santri asal Pati, Jawa Tengah. 

" Saya disini sudah hampir satu tahun. Dan selama tinggal disini saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis," jelasnya.

Padahal, santri di Ponpes UNIQ Nusantara tersebut memiliki ratusan santri dan banyak  jamaah dari plosok negeri ini.