Tak Patah Semangat, Mitra Binaan SIG Berinovasi di Tengah Pandemi

An’im Falahuddin, pemilik produk Bandeng Mentari mitra binaan SIG/dok hms
An’im Falahuddin, pemilik produk Bandeng Mentari mitra binaan SIG/dok hms

Meski mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya pada awal pandemi, hal ini tak membuat UMKM Mitra Binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) patah semangat. An’im Falahuddin, pemilik usaha UD Multi Sarana Niaga yang bergerak di bidang olahan Bandeng dengan merk Bandeng Mentari terus melakukan inovasi guna mempertahankan usahanya di tengah kondisi pandemi Covid-19.


"Saat ini produk Bandeng Mentari sudah tersebar di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. Beberapa produk olahan yang kami jual di antaranya bandeng cabut duri, otak-otak, bandeng presto, bandeng pepes, bandeng sapit, abon bandeng, nuget bandeng rolade, siomay, fillet bandeng, kerupuk dan lainnya," kata An’im Falahuddin, dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (19/11).

Dalam menjalankan usahanya An’im Falahuddin dibantu 15 karyawan yang merupakan warga sekitar, setiap harinya kami mampu memproduksi hingga 200 kg. Saat ini penjualan Bandeng Mentari mampu meraup omzet hingga Rp 120 juta perbulan.

Pada awal pandemi Covid-19, An’im kesulitan berjualan produk bandeng olahannya, pendapatannya menurun hingga 60%. Kondisi tersebut tak lantas membuatnya putus asa, An’im Falahuddin melakukan inovasi dengan menambah varian produk baru berbahan baku ikan bandeng. 

Inovasinya membuahkan hasil, hingga saat ini An’im Falahuddin memililki 33 varian produk yang telah dipasarkan. Selain itu pemasaran juga sudah memanfaatkan platform digital.

“Kami telah memiliki 13 mitra yang tersebar di kota-kota besar di Jawa, Bali dan Kalimantan. Kini produk kami dapat ditemui di berbagai swalayan, pusat oleh-oleh dan restoran”, ujar An’im Falahuddin.

Sementara itu, General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan, UMKM Bandeng Mentari ini memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang, bandeng merupakan makanan khas Gresik yang digemari oleh masyarakat. Semoga kedepan kehadiran UMKM ini mampu mendorong peningkatakan ekonomi, karena dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Edy Saraya menambahkan, SIG terus mendukung upaya UMKM binaan untuk maju dan berkembang ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Antara lain dengan memberikan fasilitas pelatihan dan pameran guna memperkenalkan produk kepada masayarakat luas.