Angka Kekerasan di Jatim Saat Massa Pandemi Naik 200 Persen

Ilustrasi / net
Ilustrasi / net

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur mencatat kekerasan pada anak-anak mengalami peningkatan selama berlangsungnya masa pandemi Covid-19.


Peningkatan kekerasan pada anak tersebut, disebutkan Isa Anshori Sekretaris LPA Jawa Timur, Sabtu (21/11/2020) bahkan naik sampai sekitar 200 persen. 

“Pebruari tahun 2020, itu laporan kasus kekerasan anak yang masuk ada 5 kasus. 

Di bulan Maret naik menjadi 12. Kemudian 17 di bulan Mei, 19 di bulan Juni dan Juli ada 24 laporan. Ini artinya kasus kekerasan anak di masa pandemi, meningkat 200 persen dibanding sebelum pandemi,” terang Isa Anshori kepada Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (21/11).

Isa menyebutkan, kekerasan pada anak di masa pandemi kali ini justru terbanyak adalah kekerasan domestik, atau kekerasan pada anak yang terjadi di rumah. 

“Kami menduga, ini berhubungan juga dengan proses belajar secara online yang membuat orang tua stres. Kemudian faktor ekonomi," kata Isa. 

Sebenarnya, pemerintah sudah melakukan upaya dengan program berbagai bantuan sosial untuk memulihkan ekonomi dan kesehatan yang mengeluarkan anggaran cukup banyak. Tetapi, masih kata Isa, pemerintah belum maksimal memberikan bantuan terhadap korban kekerasan dampak dari pandemi. 

"Padahal, menjadi korban kekerasan itu dampaknya ke psikologis dan dampak sosial. Makanya kami mendorong pemerintah, kalau bisa di tiap RT RW programnya ditambah. Kan ada program jaga atau keamanan, posyandu. Sekarang kita usulkan program perlindungan anak di tingkat RT RW agar bisa maksimal," tutupnya.