Tak Ingin Isu Agama Merembet ke Surabaya, Komunitas Tionghoa Surabaya Fasilitasi Dua Paslon Pilkada Beberkan Visi Misi

Komunitas Tionghoa Surabaya / RMOL Jatim
Komunitas Tionghoa Surabaya / RMOL Jatim

Sebagai warga negara yang baik, Komunitaa Tionghoa menyelenggarakan pertemuan silahturahmi dengan Paslon Pilkada Surabaya. 


"Kami sudah mengundang Paslon no urut 2 untuk menyampaikan visi misinya. Nah, sekarang hari ini kita mengundang Paslon no 1," kata Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Surabaya, Richard Susanto, dikutip Kantor Berita RMOLJatim Sabtu (21/11) 

Dalam kesempatan tersebut, lanjutnya,  kedua Paslon telah berkomitmen menjamin kerukunan antar umat beragama di Surabaya. 

Richard menambahkan, bahwa acara ini bertujuan memfasilitasi kedua paslon untuk memperkenalkan programnya apabila terpilih.

"Sehingga, kami bisa menentukan calon mana yang dipilih. Dan siapa pun nantinya yang terpilih, kami berharap kedepannya bisa melanjutkan yang sudah baik. Serta, menyempurnakan sehingga menjadi lebih baik," lanjutnya.

Menjawab berbagai pertanyaan dan harapan, Eri Cahyadi yang hadir, berkomitmen menjaga kerukunan umat beragama di Kota Pahlawan. Di antaranya mulai dari soal pendidikan hingga peribadatan.

Di bidang pendidikan misalnya, Eri  menyebut pentingnya pemahaman solidaritas antar umat beragama sejak dini.  

"Sekolah berbasis agama kan banyak. Apabila kami terpilih, kami akan mengumpulkan para siswa antar sekolah dalam frekuensi tertentu pada satu acara yang dikemas menyenangkan tanpa membedakan latar belakang. Kami tidak ingin isu agama seperti di Jakarta, merembet ke Surabaya." katanya. 

"Kami tegaskan, membangun Surabaya tak bisa sendiri. Perlu kerjasama lintas sektoral serta seluruh lapisan masyarakat sebab tugas pemimpin adalah mendengar masukan dan menyiapkan solusinya," katanya.