TNI Turunkan Baliho HRS, PKB: Memang Tampak Berlebihan, Tapi Itu Peringatan Keras Agar FPI Tidak Terus Provokasi

Yaqut Cholil Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas

Pencopotan dan penurunan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib M. Rizieq Shihab oleh prajurit TNI harus dilihat sebagai bentuk peringatan keras terhadap FPI yang acap kali melanggar aturan. Meskipun, pencopotan di sejumlah titik itu agak sedikit berlebihan.


"Apa yang dilakukan TNI memang tampak berlebihan. Namun ini harus dilihat sebagai peringatan keras kepada kelompok-kelompok seperti FPI yang terus melakukan provokasi dan mengabaikan aturan," ujar Gus Yaqut sapaan akrab Ketua Umum GP Ansor itu.

Gus Yaqut juga dapat memahami apabila TNI merasa berang dengan baliho atau spanduk HRS semrawut dan ada dimana-mana. Lalu, seperti ada pembiaran oleh Satpol PP itu sendiri tidak dilakukan tindakan.

"Kita melihat pemasangan baliho yang semrawut dan ada dimana-mana, lalu membuat orang berpikir ada pembiaran," tuturnya.

"Saya sendiri tidak melihat ada upaya penertiban atau pencopotan yang dilakukan oleh Pol PP. Ini saya kira yang membuat banyak pihak geram termasuk TNI yang kemudian turun sendiri untuk melakukan penertiban," demikian Gus Yaqut menambahkan.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman sebelumnya mengatakan bahwa pencopotan baliho Habib Rizieq merupakan perintahnya. Dia menyebut baliho itu beberapa kali diturunkan tapi dipasang lagi.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Karena berapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata dia.

Tidak sampai di situ, Dudung juga menegaskan semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia. Bahkan, dia dengan tegas mengatakan, apabila FPI tidak taat terhadap hukum, bisa dibubarkan.