Dituduh PWNU Jatim Langgar Etika, PCNU Surabaya: Justru Mereka yang Melanggar, Harusnya Tabbayun Dulu

Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Qodli Syafi’i Al Hasby/ RMOLJatim
Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Qodli Syafi’i Al Hasby/ RMOLJatim

Pekan  lalu sejumlah tokoh dan Ulama PW Nahdlatul Ulama menuduh Pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya melakukan pelanggaran etik dan disiplin organisasi terkait dengan dinamika Kontestasi Pilwali Surabaya. 


Namun kenyataannya hal itu dibantah oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Qodli Syafi’i Al Hasby. Bahkan, beliau justru menyebut jika pengurus PWNU yang telah berpolitik memanfaatkan NU untuk berpolitik dengan mendukung calon Walikota Mahfudz Arifin.

“Mereka salah paham. Belum Tabayyun, tiba-tiba menuduh PCNU Surabaya melakukan pelanggaran etik dan disiplin organisasi terkiait pilkada Surabaya. Nyatanya, malah beliau yang salah, melakukan silahturohim dan Halaqah Aswaja di Mercure yang dihadiri Paslon Machfud , Arifin. Justru mereka yang melanggar, harusnya Tabbayun dulu.” kata Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Qodli Syafi’i Al Hasby, saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (22/1).

Lebih lanjut menurut KH. Qodli Syafi’i Al Hasby, acara yang  dihadiri calon Wali Kota Mahfudz Arifin sebagai calon Wali Kota itu, juga ada agenda breefing kepada yang hadir, yang  berisi narasi-narasi kampanye paslon nomor 2.

Hadir untuk memberikan pengarahan dalam acara tersebut, KH. Anwar Iskandar dan KH. Ali Maschan Musa. Keduanya adalah Wakil Rais PWNU Jawa Timur. Selain kedua kiai tersebut, acara tersebut juga diklaim didukung oleh KH. Miftachul Akhyar, Rais Am PBNU yang sebelumnya dikenal merupakan pendukung MA.

“Jangan karena perbedaan aspirasi politik lalu menimbulkan rusaknya organisasi. Adalah hak setiap warga termasuk pengurus NU mengekspresikan pilihan politiknya, yang penting jangan bawa simbol organisasi dan jangan menimbulkan kerusakan. Mari dewasa dalam berpolitik”, demikian pungkas KH. Qodli Syafi’i Al Hasby

Oleh sebab itu, lanjutnya, PCNU akan meluruskan dengan PWNU agar tidak terjadi salah paham. Yang jelas, lanjut KH. Qodli Syafi’i Al Hasby, Nahdlatul Ulama tidak berpolitik untuk mendukung paslon pilkada Surabaya. 

"Alhamdullilah, ini tidak sampai terjadi konlfik internal. Ini masalah kecil. Kita akan akan meluruskan untuk mencari win-win solution," terangnya.