Wakil Rais Syuriah PCNU Surabaya : Mari Dewasa Dalam Berpolitik

KH Qodli Syafii Al Habsyi ( kanan) bersama KH Mas Sulaiman Nur (Rois Syuriah PCNU Surabaya)/RMOLJatim
KH Qodli Syafii Al Habsyi ( kanan) bersama KH Mas Sulaiman Nur (Rois Syuriah PCNU Surabaya)/RMOLJatim

Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, KH Qodli Syafi'i Al Hasby, sangat menyayangkan terkait dengan santernya pemberitaan bahwa PWNU Jawa Timur sempat melaporkan politisasi organisasi oleh PCNU Surabaya kepada PBNU disertai permohonan Caretaker. Beliau pun mengajak untuk dewasa dalam berpolitik.


"Jangan karena perbedaan aspirasi politik lalu menimbulkan rusaknya organisasi. Adalah hak setiap warga termasuk pengurus NU mengekspresikan pilihan politiknya, yang penting jangan bawa simbol organisasi dan jangan menimbulkan kerusakan. Mari dewasa dalam berpolitik", tegas KH Qodli Syafi'i Al Hasby, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (22/11).

Beberapa waktu yang lalu sejumlah tokoh dan Ulama NU menuduh PCNU  Kota Surabaya melakukan pelanggaran etik dan disiplin organisasi terkait dengan dinamika Kontestasi Pilwali Surabaya. 

Namun kenyataannya para tokoh yang menuduh tersebut justru memanfaatkan NU untuk berpolitik dengan mendukung calon Walikota Mahfudz Arifin.

"Orang-orang ini yang mempersalahkan PCNU Kota Surabaya. Mereka menuduh PCNU Surabaya melakukan pelanggaran etik dan disiplin organisasi terkait dengan dinamika Kontestasi Pilwali Surabaya", tuturnya.

Seperti diketahui, santer pemberitaan bahwa PWNU Jawa Timur sempat melaporkan politisasi organisasi oleh PCNU Surabaya kepada PBNU disertai permohonan Caretaker. Padahal kesalahan itu mereka sendiri yang berpolitik dan mendukung salah satu calon pilkada Surabaya.

"Mereka melakukan kampanye terselubung dengan alibi kegiatan Silaturrahmi dan Halaqah Aswaja di Hotel Mercure, Kamis (19/11) dan banyak lagi aktivitas serupa seperti yang dituduhkan", ungkap beliau.

Lebih lanjut menurut KH. Qodli Syafi'i Al Hasby, kegiatan itu dihadiri calon Wali Kota Mahfudz Arifin sebagai calon Wali Kota. 

Dalam kesempatan itu beliau memberikan breefing kepada yang hadir. Dan acara itu juga berisi narasi-narasi kampanye  paslon nomor 2.

Hadir untuk memberikan pengarahan dalam acara tersebut, KH. Anwar Iskandar dan KH. Ali Maschan Musa. Keduanya adalah Wakil Rais PWNU Jawa Timur. 

Selain kedua kiai tersebut, acara tersebut juga diklaim didukung oleh KH. Miftachul Akhyar, Rais Am PBNU yang sebelumnya dikenal merupakan pendukung MA.