Tipu Rp 1,5 Miliar, Dua Direktur Perusahaan Investasi Tambang Dipolisikan

Ongky Wira Setiawan (kanan) bersama kuasa hukumnya, Rizal Hariyadi/RMOLJatim
Ongky Wira Setiawan (kanan) bersama kuasa hukumnya, Rizal Hariyadi/RMOLJatim

Dua Direktur perusahaan investasi tambang dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Laporan polisi itu dilakukan Ongky Wira Setiawan setelah tertipu dalam pendanaan investasi proyek  pengeboran tambang minyak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur sebesar Rp 1,5 miliar. 


Dalam tanda bukti lapor bukti lapor No : TBL-B/21/I/RES.1.11/2021/Reskrim/SPKT Polrestabes Surabaya tertanggal 9 Januari 2021, Ongky melaporkan Direktur PT. Tawun Gegunung Energi (TGE), Binsar L.T. Lumbantobing dan Direktur PT Versailles Indomitra Utama (VIU), Viky Hartono.

"Keduanya kami laporkan atas tindak pidana penipuan," kata Rizal Hariyadi, kuasa hukum pelapor, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, saat press rilis, Rabu (13/1).

Sementara Ongky Wira Setiawan mengungkapkan, kasus ini bermula saat dirinya ditawari investasi oleh PT. VIU terkait pengeboran minyak  yang dikelola oleh PT TGE sedang membutuhkan dana. 

Selanjutnya, Versailles melalui Niki Hermanto selaku Komisaris melakukan beberapa presentasi di hotel bersama investor lainnya, dengan disaksikan oleh Komisaris TGE, Iwan dan Direktur TGE, Binsar L.T. Lumbantobing. 

Terpikat dengan janji manis saat prestasi tersebut, Ongky pun akhirnya mengucurkan dana dengan beberapa perjanjian, salah satunya adalah terkait adanya jaminan sertifikat aset milik PT TGE telah dialihkan ke PT VIU karena hak tanggungan (HT).

"Karena itu saya tertarik dan percaya, tapi nyatanya sertifikat tersebut masih nama pribadi dan belum di HT kan ke Versailles," ungkapnya.

Sebelum dilaporkan ke Polrestabes Surabaya, Ongky melalui kuasa hukumnya pernah melayangkan somasi ke VIU dan TGE. Hasilnya, PT. TGE justru mengajukan permohonan PKPU terhadap dirinya sendiri di Pengadilan Negeri  Jakarta Pusat. Sedangkan pihak PT VIU selalu menghindar saat dihubungi.

"TGE beranggapan semua sudah diserahkan ke Versailles dan pihak Versailles sendiri sulit dihubungi," katanya.

"Karena tidak ada tanggapan, terpaksa saya laporkan ke polisi,” tandas Ongky.