Diduga Seorang Karyawati RSUD Ngawi Bunuh Diri Loncat Dari Jembatan Ngunengan

foto/rmoljatim
foto/rmoljatim

Beredar kabar seorang perempuan melakukan aksi nekat terjun ke aliran Bengawan Solo yang saat ini kondisinya banjir. Kejadian tragis tersebut diduga kuat dilakukan pelaku bunuh diri dari atas jembatan Ngunengan masuk Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Ngawi, sekitar pukul 17.15 WIB, pada Minggu petang, (24/1).


"Benar ada kabar orang bunuh diri seorang perempuan dari atas jembatan Ngunengan sekitar sore menjelang petang," terang Jatmiko salah satu warga Bugisan Ngawi.

Kata Jatmiko sesuai kabar yang ia terima disinyalir korban merupakan seorang karyawati RSUD dr Soeroto Ngawi. Bahkan sesuai informasinya lagi, perempuan yang terjun dari jembatan Ngunengan tersebut tercatat sebagai salah satu warga Lingkungan Mulyorejo, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi Kota.

Sayangnya untuk memastikan kebenaran apakah korban merupakan seorang karyawati RSUD dr Soeroto Ngawi hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti. Agus Priyambodo Direktur RSUD dr Soeroto dihubungi kantor berita RMOL Jatim via selular belum menjawab.

Sementara itu kantor berita RMOL Jatim melakukan penggalian informasi lagi yang menyebutkan memang ada kejadian orang bunuh diri dari atas jembatan. Hal senada juga disampaikan Gogot warga sekitar lokasi kejadian yang membenarkan kabar yang beredar tersebut. 

Bahkan ungkap Gogot, di atas jembatan ada satu unit sepeda motor jenis Honda Vario nopol AE 4655 KX yang dimungkinkan milik korban. Namun dirinya tidak bisa memastikan kejelasan kabar itu.

Memang saat kejadian ada seorang pemancing yang melihat aksi bunuh diri dengan meloncat dari atas jembatan.

Terpisah, Kapolsek Pitu Iptu Karno mengatakan pihaknya baru saja mendapat laporan adanya dugaan aksi bunuh diri. Begitu mendapat informasi langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk memintai keterangan sejumlah saksi yang ada.