Ibadah Haji Tahun 2021 Tunggu Keputusan Resmi Pemerintah Arab Saudi 

Foto ilustrasi/Net
Foto ilustrasi/Net

Kuota dan kepastian ibadah haji tahun 2021 hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. 


Namun, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI saat ini tengah mempersiapkan tiga opsi untuk pemberangkatan ibadah haji tahun ini.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq dalam lawatannya ke Kabupaten Majalengka sebagaimana diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (23/2).

"Karena Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, haji saat ini belum ada kejelasan. Tapi pemerintah sudah menyiapkan tiga haji tahun ini, pertama berangkat sesuai kuota, berangkat setengahnya dan tidak sama sekali," ujar Maman Imanulhaq.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan, apabila opsi terakhir yang diambil, maka daftar tunggu jemaah haji di Indonesia akan semakin panjang. Sedangkan jika opsi berangkat setengahnya biaya haji akan naik bisa dua kali lipat.

"Kalau berangkat secara normal. Hingga kini Pemerintah Arab Saudi, menyatakan jika Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak diperbolehkan masuk ke tanah suci, baik Kota Mekah dan Kota Madinah," ucapnya.

Sementara terkait pembangunan embarkasi haji tetap akan dilakukan di Kabupaten Indramayu karena Majalengka saat dipimpin mantan Bupati Sutrisno kurang merespons. Kondisi tersebut berbeda dengan Kabupaten Indramayu yang cepat dan tanggap melihat peluang. 

"Padahal sebelumnya pembangunan embarkasi haji pernah ditawarkan ke Kabupaten Majalengka. Namun saat itu, Bupati Sutrisno tidak memberikan kesempatan kepada Kementerian Agama RI untuk mewakafkan atau menghibahkan tanah untuk pembangunan embarkasi haji," terangnya.

Di samping itu, hal lainnya yang menjadi perhatian khusus ialah berkaitan dengan penggunaan vaksin Covid-19 yang dipakai di Negara Indonesia. 

"Jika di kita pakai vaksin Sinovac, kalau mereka pakai vaksin jenis lain," ungkapnya.