Ribuan Rumah Terendam Banjir, BPBD: Air Laut Pasang Akibat Curah Hujan Tinggi

Anggota Polres Probolinggo saat melakukan aksi bersih-bersih rumah warga/RMOLJatim
Anggota Polres Probolinggo saat melakukan aksi bersih-bersih rumah warga/RMOLJatim

Banjir yang merendam ribuan rumah warga di 3 Desa di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/2) dini hari tadi, ternyata disebabkan oleh pasangnya air laut akibat curah hujan yang tinggi


Demikian disampaikan Tutug Edi Utomo, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo kepada Kantor Berita RMOLJatim. 

"Curah hujan sangat deras dan cenderung lama, sehingga menghasilkan air hujan di sungai volumenya sangat besar dan arusnya menjadi deras, sampai meluap di desa dringu," jelasnya. 

Menurutnya, luapan air sungai dan pasangnya air laut tersebut, mengakibatkan beberapa plengsengan ambrol di beberapa titik di aliran sungai.

Sehingga, saat aliran sungai dari hulu ke hilir mendekati muara. Air laut mencapai puncak pasang. Namun, ketika air laut mulai surut banjir yang dirumah warga juga surut.

"Tingginya air laut dari 0.3 meter hingga 0.5 meter dan beberapa titik plengsengan ambrol," pungkas Tutuq.

Diberitakan sebelumnya, Hujan yang mengguyur Probolinggo selama lima jam, membuat ribuan rumah warga di tiga desa Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo terendam banjir. Tiga desa itu ialah Desa Dringu, Desa Kedungdalem dan Desa Tegalrejo.

Air mulai masuk kerumah warga sekitar pukul 21.48 WIB. Sehingga, warga harus berusaha menyelamatkan barang-barang berharga.

Bahkan, warga yang sempat mendapat informasi kalau di hulu sungai Kedunggaleng mulai ada luapan air hujan, warga sudah menitipkan kendaraan roda empatnya ke desa sebelah.

Di desa Kedungdalem sendiri, ketinggian air mencapai 40 centimeter. Sedangkan di Desa Dringu, ketinggian air mencapai 150 centimeter atau dada orang dewasa.

Selain itu, banyak pagar rumah warga yang rusak dan roboh akibat derasnya air sungai Kedunggaleng. Bahkan tanggul penghalang air di Desa Dringu jebol, sehingga air meluber kerumah warga.

Jalan Raya Dringu yang awalnya menjadi jalan umum, berubah menjadi aliran sungai darurat akibat derasnya banjir. 

Saat ini banjir mulai surut dan para warga sedang melakukan bersih-bersih pasca air merendam rumah mereka.

Untuk memasok kebutuhan pangan warga terdampak banjir, Dinas Sosial Pemkab Probolinggo telah mendirikan dapur umum. Dinsos juga akan memasok makanan ke masing-masing rumah warga.