Sudah Ada Simluhtan, Penyuluh Pertanian Dituntut Mampu Gunakan Teknologi Digital

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Penyuluh pertanian diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri beradaptasi dengan teknologi digital. Sebabnya, saat ini dinas-dinas pertanian telah memiliki Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yang terkoneksi secara digital ke Kementerian Pertanian.


Dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai dan mampu menggunakan teknologi digital untuk mempermudah dalam peningkatan produksi dan efisiensi kegiatan pertanian, khususnya komoditas pangan.

"Saat ini dinas-dinas pertanian telah menggunakan Simluhtan yang terkoneksi secara digital yang harus dikuasai oleh penyuluh. Jadi, penguasaan teknologi digital memang satu keharusan yang tak bisa dielakkan," kata LaNyalla, Kamis (8/4).

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu melanjutkan, penyuluh merupakan ujung tombak pejuang kemajuan pangan.

"Jadi selayaknya akrab dengan teknologi digital agar memudahkan kinerja. Saya mendorong agar para penyuluh terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri sebab kualitas SDM akan berbanding lurus dengan produktivitas," tegas LaNyalla.

Apalagi, ketua senator asal Jatim itu mengingatkan bahwa pertanian kita sudah mulai bertransformasi dari pola tradisional ke sistem modern.

"Sistem pertanian modern itu ditandai dengan penggunaan teknologi. Apalagi di era industri 4.0 ini hampir seluruh sektor terkoneksi dengan digitalisasi. Maka suatu keharusan bagi penyuluh untuk menguasai teknologi," ujar LaNyalla.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya meminta para penyuluh pertanian yang telah berstatus pegawai pemerintah dengan PPPK untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sebab, penggunaan teknologi digital saat ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi dan efisiensi dalam kegiatan pertanian khususnya komoditas pangan.

Syahrul mengatakan saat ini mengelola pertanian bisa dilakukan melalui ponsel. Teknologi artificial intelligent (AI) serta fasilitas pencitraan satelit yang sudah disediakan pemerintah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh penyuluh pertanian.

Adapun pemerintah pusat, akan mengontrol kegiatan pertanian melalui Agriculture War Room (AWR) sehingga setiap permasalahan teknis di berbagai daerah bisa ditangani dengan cepat.