GNPK Terus Kawal Kasus Penyalahgunaan Jabatan Jaksa Sumenep yang Mulai Diproses Kejati Jatim

Korban dan GNPK saya ke Kejati Jatim
Korban dan GNPK saya ke Kejati Jatim

Rahman Satiyono, korban penipuan kerjasama proyek jalan dengan terdakwa Hery Soegeng Pornomo ( Ipong ) memenuhi penggilan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur untuk diperiksa, Senin (3/5).


Rahman Satiyono mengatakan, sebagai warga negara yang taat hukum Ia memenuhi panggilan Kajati Jatim guna dimintai keterangan terkait kasus proyek fiktif.

"Alhamdulillah dengan ditindaklanjuti pelaporan kami sebagai korban, merasa puas sudah ada pemeriksaan. Pemeriksaan saya sebagai saksi yang dirugikan, dan mungkin besok itu yang pegang jaminan dan besoknya lagi giliran jaksa JPU  yang  bersangkutan yaitu terlapor," kata Rahman, melalui rilisnya yang diterima  Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (4/21)

Rahman berharap, dengan pemanggilan dari Kejaksaan Tinggi ini, ada titik temu dan proses sangsi tegas terhadap pelanggaran kode etik prilaku ASN Kejaksaan.

"Mudah-mudahan setelah proses pemeriksaan ini, secepatnya ada titik temu dan sangsi tegas terhadap kode etik ASN Kejaksaan," ungkapnya.

Sementara itu pengacara Rahman Satiyono, Warsono, menyatakahan bahwa kleinnya memenuuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dengan surat nomor : 88/M.5.7/Hkt.1/04/2021, untuk dimintai keterangan tanggal 03 Mei 2021 pada pukul 09.00 Wib.

Pemanggilan oleh Asisten Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, tidak lain dengan adanya Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Nomor : PRIN -577/M.5/Hkt.1/04/2021 pada tanggal 28 April 2021.

Warsono berharap, agar semua proses tersebut dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan.

"Saya rasa tidak akan lama kasus ini akan terbuka lebar-lebar," tambah Warsono.

Warsono menambahkan, pihaknya menyakini dan percaya bahwa proses hukum di Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim terhadap semua pihak dalam kasus BB akan berjalan sesuai prosedur yang benar.

"Ia yakin proses hukum di Kajati akan berjalan sesuai prosedur," ujarnya.

Kasus raibnya barang bukti menjadi atensi bagi organisasi anti suap yakni Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Jatim. 

Wakil Ketua GNPK Jatim Timsos Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam Rizky Putra Yuda berharap agar pihak Kejati Jatim menjalankan tugas sesuai tupoksi dalam perkara ini. Dan mengedepankan prosedur hukum dengan baik.

"Saya yakin pihak Kajati akan bekerja sesuai prosedur hukum di Indonesia," kata Rizky yang didampingi Miko Saleh Ketua Bidang Pengawasan & Pengaduan 

GNPK Jatim, lanjut Rizky, akan terus memprioritaskan mengawal kasus barang bukti dengan menyalah gunakan kewenangan, sehingga korban Rahman Satiyono mengalami kerugian sebesar Rp 2,8 millyar.

"GNPK Jatim berada di garda depan melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap kasus ini," pungkas Rizky Putra Yuda yang kerap dipanggil RPY.

Diberitakan sebelumnya, Rahman Setiyono korban penipuan proyek jalan fiktif didampingi kuasa hukumnya Warsono dan Kabid Pengawasan Internal Pengaduan Masyarakat GNPK Jatim Miko Saleh, sebelumya mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk meminta Kejati Jatim memeriksa Kajari Sumenep dan jaksa yang tak segera mengembalikan barang bukti milik kliennya, pada Senin (5/4) lalu.

Mereka menilai perilaku jaksa Sumenep yang tak menjalankan putusan inkrah  pengadilan yang menetapkan dan memerintahkan agar menyerahkan barang bukti yang disita kepada yang berhak, dalam hal ini adalah Rahman sebagai korban kasus penipuan tersebut, sampai saat ini belum memperoleh berkas miliknya berupa sertifikat rumah, BPKB kendaraan dan surat gadai emas milik istrinya.