Tinggal di Perbukitan, Nenek Berusia 77 Tahun Alami Sakit Selama 20 Tahun Hingga Kaki Membusuk

rumah  Sumana pada ketinggian 1.000 MDPL   
rumah  Sumana pada ketinggian 1.000 MDPL  

Seorang Nenek bernama Sumana, alias  Bu Suli (77) tahun, Warga Bedean Utara Dusun Tenap  Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember, 20 tahun sakit tak kunjung sembuh. 


Kondisinya sangat memprihatinkan. Kakinya sudah membusuk,  karena sudah puluhan tahun tanpa perawatan yang layak.  Lebih menyedihkan lagi, dia tinggal sepeti terisolir lantaran berada di kawasan hutan Sukmo Ilang, yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 Mdpl. 

Menurut Koordinator tim relawan,  Aiptu Hadi Poernomo, kisah pilu yang diderita Sumana ini terungkap  saat akan menyelenggarakan bantuan sosial untuk warga desa setempat, terdampak covid 19, yang dilakukan tim relawan Baksos NU Care - LAZISNU Jember. Ia mendapat informasi, bahwa salah satu penerima baksos, sedang sakit luka  bertahun-tahun tak kunjung sembuh. 

"Saya datang ketempat tersebut, untuk menyampaikan paket sembako, Al Qur'an dan lain-lain yang diantar warga setempat. Namun warga yang mengantar saya, tidak berani mendekat  ke rumah tersebut. Karena dari halaman rumah, sudah tercium aroma, yang kurang sedap," ujar anggota polisi, yang juga pengelola Yayasan Geopark Selo Bonang, kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, (12/5).

Menurut Hadi, warga  menduga  penyakit yang bersangkutan adalah penyakit kusta. Bagian kaki sudah membusuk, bahkan ada bagian organ, yang nyaris lepas. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. 

"Kami berharap Pemkab Jember, terutama Dinas Kesehatan, segara turun tangan, supaya segera mendapatkan  penanganan. Kasian dia, ini sudah sangat mendesak," jelas nggota subbag Humas Polres Jember ini. 

Sementara  Plt. Kepala Bidang Pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas kesehatan Kabupaten Jember, dr. Alfi Yudisianto, saat dikonfirmasi menjelaskan Dinas kesehatan Sudah menginstruksikan Puskesmas Setempat, untuk menelusuri informasi tersebut. Hasil penelusuran petugas Puskesmas dan Kader Kesehatan Desa setempat, bahwa luka yang diderita nenek Sumana, sudah lama. Namun bukan penyakit kusta.  

"Luka itu sudah lama,  sekitar 20 tahun yang lalu,  akibat terjatuh ke tumang atau tungku, saat mengalami kejang-kejang. Lukanya, mengalami infeksi, karena tidak pernah diperiksakan ke tempat kesehatan," ujar dokter, yang menangani bidang Penyakit menular ini.

Menurut dokter Alfi, ibu sumana Sempat diperiksakan di puskesmas Jelbuk setahun yang lalu,  tapi pasien menolak perawatan lebih lanjut. Lukanya makin parah, kemungkinan karena nafsu makan akhir-akhir ini menurun.

"Pihak puskesmas saat ini tengah berkoordinasi dengan camat  dan pemerintahan desa setempat, agar yang bersangkutan bisa dibawa dan dirawat di puskesmas. Bahkan bu kader kesehatan, sudah membantu mengurusi administrasi yang dibutuhkan, untuk tindak lanjut perawatan selanjutnya," katanya. 

Dia menegaskan, saat ini tidak ada alasan tidak mampu berobat, dengan alasan ekonomi. Sebab, saat ini pemerintah, banyak menggelontorkan program kesehatan, Kartu sehat, BPJS, SPM dan sebagainya.

"Yang penting ada kemauan berobat, akan mendapatkan layanan kesehatan," tegas dokter Alfi.