Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Polisi, Warga Jember Ini Ditodong Pistol

Muhammad Rofiq saat melaporkan  peristiwa penganiayaannya ke Polsek Gumukmas/RMOLJatim
Muhammad Rofiq saat melaporkan peristiwa penganiayaannya ke Polsek Gumukmas/RMOLJatim

Momentum lebaran tahun ini menjadi musibah bagi Muhammad Rofiq. Warga Desa Purwosari, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember ini menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Polisi yang berdinas di Polsek Banyuanyar Polres Probolinggo pada Selasa malam (11/5).


Akibatnya, Muhamad Rofiq mengalami luka yang cukup serius pada bagian kepala nya.  Peristiwa penganiayaan itupun akhirnya dilaporkan Muhammad Rofiq ke Polsek Gumukmas, Jum'at (14/5).

Kasi Propam Polres Jember, Ipda Ely Mukhsin membenarkan peristiwa tersebut dan telah melakukan kordinasi dengan Propam Polres Probolinggo, mengingat pelaku penganiayaan berinisial DK ini merupakan anggota di jajaran Polres Probolinggo.

"Saat ini, yang bersangkutan, sudah diamankan pihak Propam Polres Probolinggo," ujar Ipda Ely, dikutip Kantor Berita RMOLJatim saat dikonfirmasi wartawan.

Diterangkan Ely, Proses hukum terhadap oknum Polisi berpangkat Bripka tersebut dipastikan akan tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku.

"Kasus ini sudah ditindaklanjuti Satreskrim Polsek Gumukmas. Ini sudah dibuktikan dengan visum-visum serta Pemeriksaan saksi-saksi," ujar mantan Kanit lantas Polsek Tanggul Polres Jember ini.

Dia menjelaskan, sesuai hasil visum, korban mengalami luka robek di kepala sekitar 3 Cm, bekas pukulan benda tumpul.

"Benda tumpul itu, diduga kuat berasal pukulan menggunakan pistol jenis revolver senjata dinas," ungkap Ipda Ely..

Sementara itu, Muhammad Rofiq membeberkan asal mula dirinya menjadi  sanksak dari Brigade DK. Diakuinya, peristiwa naas itu terjadi ketika dia pulang  dari membeber karpet mesjid, sekitar pukul 21.00. WIB, Selasa(11/5). Saat itu,  ia sedang duduk santai di depan bengkelnya.

Tanpa menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya, Brigadir DK mendatanginya dan menodongkan pistol kearah kepalanya. Namun sebelumnya, oknum polisi itu terlebih dahulu mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, seperti layaknya polisi yang akan menangkap pelaku kejahatan yang hendak melarikan diri

"Tembaan iku, ditodongno Nang Kulo (senjata itu ditodongkan ke saya)," bebernya pada wartawan seusai melaporkan kasus penganiyaannya ke Polsek Gumukmas.

Diungkapkan Rofiq, Dia sudah berusaha mempertanyakan kesalahannya, mengapa sampai membuat tembakan peringatan dan menodongkan pistol. Namun oknum anggota polisi tersebut enggan menjawab dan meminta korban menjawabnya sendiri. 

"Emboh, pikiren Dewe, awakmu kan wes Gede( Ya tidak tahu, pikir sendiri, kamu kan sudah besar," ungkap Rofik menirukan ucapan Bripka DK.

Dengan pertanyaan tersebut, Bripka DK  bertambah marah, bahkan langsung memukul kepala Rofiq dengan gagang pistolnya.

"Saya langsung jatuh dipukul pakai gagang pistolnya," jelasnya.

Beruntungnya, aksi brutal Bripka DK tersebut diketahui oleh rekan sejawat korban, dengan membawanya ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan luka robek pada bagian kepalanya.

"Dia (Pelaku) meninggalkan begitu saja," pungkas Rofiq.