Hari Pertama Kerja, Ditemukan 12 ASN Jember Tidak Ngantor 

Koordinasi Bupati Jember dengan OPD saat awal masuk kerja/Ist
Koordinasi Bupati Jember dengan OPD saat awal masuk kerja/Ist

Hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember, Senin (17/5), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Jember menemukan sebanyak 12 ASN tidak masuk kerja. Mereka diketahui bolos karena tidak mengisi absen kehadiran.


Pemkab Jember menerjunkan 10 tim ke lapangan yang terdiri BKPSDM dengan inspektorat kabupaten Jember, untuk inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah OPD.

Menurut Plt. Kepala BKPSDM Pemkab Jember, Sukowinarno, hingga pukul 10:00 WIB, mereka belum masuk kerja. Dari data OPD, ada sebanyak 12 orang ASN yang tidak masuk kerja.

"Sampai jam 10 pagi ini, ada 12 orang yang tidak mengisi daftar hadir. Kami akan telusuri lebih mendalam dengan OPD nya, karena itu kan tertulis," ucap Sukowinarno dikutip Kantor Berita RMOLJatim. 

Dia menjelaskan, akan mengecek ketidakhadiran ke 12 orang tersebut. Sebab, terdata di sistem tidak ada keterangan terkait ketidakhadirannya. 

Ketidakhadiran ini masih perlu ditelusuri, apa karena sakit, terlambat atau memang sengaja bolos. Hal ini sebagai dasar untuk memberikan sanksi. 

"Ini menjadi pertimbangan sanksi yang diberikan sesuai tingkatannya yang diatur dalam PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN," katanya.

Dia menjelaskan bahwa sasaran sidak hari pertama ini untuk memantau ASN masuk kerja atau tidak. 

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Inspektorat Pemkab Jember,  Suprapto. Dia menjelaskan, terkait penindakan, inspektorat mendahulukan penindakan yang dilakukan unit kerjanya terlebih dulu. Baru kalau unit kerjanya, menyerahkan ke inspektorat maka akan melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

"Untuk penindakan kami serahkan kepada unit kerjanya terlebih dulu, kalau memang diserahkan ke Inspektorat maka kami akan mengikuti aturan yang berlaku terkait sanksinya," tuturnya.