Obyek Wisata Outdoor di Lamongan Mulai Dibuka Untuk Umum

Bupati Lamongan kunjungi obyek wisata Mazoola Paciran/RMOLJatim
Bupati Lamongan kunjungi obyek wisata Mazoola Paciran/RMOLJatim

Maharani Zoo dan Goa Lamongan (Mazoola) masuk dalam salah satu obyek wisata outdoor Indonesia yang akan dibuka untuk umum. 


Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam sidak kesiapan Mazoola, yang terletak di wilayah Paciran Lamongan.  

“Mazoola menjadi salah satu obyek wisata outdoor yang masuk dalam uji coba pembukaan untuk umum. Kami menyambut baik hal ini. Oleh karena itu, saat ini dilakukan sidak kesiapan Mazoola menyambut para pengunjung dengan protokol Kesehatan,” ungkap Yuhronur dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (11/9)

Sekarang ini Mazoola telah masuk pada aplikasi Peduli Lindungi sehingga salah satu syarat agar dapat masuk pada wisata Mazoola yakni menggunakan aplikasi ini.

“Jadi pengunjung harus menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi. Artinya anak di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan masuk obyek wisata. Selain itu penerapan protokol Kesehatan yang ketat juga harus dilaksanakan oleh pengunjung yakni memakai masker, penggunaan thermal scanner serta pembatasan jumlah pengunjung sebnayak 25% kapasitas dan jam operasional sampai pukul 16.00 wib,” imbuhnya. 

Menurut Bupati Yuhronur, ini adalah salah satu upaya menggerakkan perekonomian di masa pandemi dengan aturan-aturan dan batasan sesuai dengan Inmendagri yang sudah dikeluarkan sesuai asesemen level PPKM saat ini

Selain pembukaan obyek wisata, dalam Inmendagri juga dijelaskan pembolehan hajatan dengan pengaturan-pengaturan.

Dalam Surat Edaran Nomor 443.2/112/413.011/2021 tentang PPKM Darurat Covid 19 Lamongan yang merujuk pada Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 tersebut dijelaskan bahwa hajatan saat ini sudah diperbolehkan dengan pengaturan pemberlakukan protokol Kesehatan yang ketat, pembatasan jumlah undangan sebanyak 25% kapasitas ruangan.

Penyediaan fasilitas prokes seperti thermal scanner, masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer serta berkoordinasi dengan satgas desa dan kecamatan untuk mulai menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.