Legowo Tak Lolos Seleksi PDAM, Putra Sulung Tri Risma Apresiasi Pansel

Fuad Benardi / net
Fuad Benardi / net

Putra Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi gagal masuk seleksi pendaftaran direktur pelayanan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. Fuad gagal pada aturan pembatasan usia minimal 35 tahun.


Di hadapan wartawan, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Surabaya ini mengaku legowo dengan keputusan sesuai aturan yang berlaku.

"Secara pribadi, saya legowo. Karena itu memang aturan yang harus dipatuhi," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, (15/9).

Sebagai millenial, Fuad mengaku memberanikan diri untuk mendaftar seleksi direktur pelayanan PDAM Surabaya tersebut untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi perkembangan serta kepentingan masyarakat luas. 

Menurutnya, jika pelayanan PDAM dikemas dengan teknologi digital akan mempermudah sekaligus meringankan beban PDAM sendiri.

"Saya ingin memberikan warna pada PDAM sesuai apa yang saya ketahui soal pelayanan dengan tujuan tidak lain untuk mempermudah dengan sentuhan teknologi," imbuhnya.

Selain berniat memberikan sumbangsih untuk masyarakat, lanjut pria berusia 31 tahun ini, Fuad juga ingin memberikan contoh kepada para generasi muda khususnya Surabaya untuk berani tampil di bidang profesional.

"Harapannya sih para generasi millenial berani maju dan tampil tentunya dengan kualitas dan kemampuan yang mumpuni pula," pintanya.

Saat dikonfirmasi apakah dirinya tidak kecewa melihat background-nya sebagai putra mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial namun gagal dalam seleksi perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya ini, dengan tegas Fuad mengaku tidak kecewa. Menurutnya aturan harus ditegakkan kepada siapapun tanpa pandang bulu.

"Sekali lagi saya tegaskan, saya legowo. Saya juga mengapresiasi semua pihak dalam seleksi, salah satunya pansel yang telah menegakkan aturan secara semestinya. Jika semuanya seperti ini saya yakin roda pemerintahan akan berjalan dengan baik yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat," himbaunya.

Fuad juga berpesan kepada para generasi muda untuk tak mudah patah arang jika mengalami kegagalan.

"Jangan pernah putus asa. Gagal itu biasa. Mengutip kata bijak founding father kita Bung Karno, Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya," pungkas Fuad.