Pemkab Kediri Kaji Kembali Pembukaan SLG

SLG masih ditutup untuk umum/RMOLJatim
SLG masih ditutup untuk umum/RMOLJatim

Beberapa perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Tugu dan CFD dari Simpang Lima Gumul (SLG) melakukan audiensi di kantor Pemerintah Kabupaten Kediri terkait nasib mereka yang belum diperbolehkan berjualan di seputaran SLG. 


Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kediri menutup SLG selama masa pandemi mulai Maret 2020 hingga saat ini. 

Penutupan SLG ini dirasakan oleh pedagang tidak bisa mencari nafkah. Para PKL ditemui Mamik Amiyati Asisten Administrasi umum Pemerintah Kabupaten Kediri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Adi Suwignyo, kemudian dari Polres Kediri, dan Satpol PP. 

Mamik Amiyati, Asisten Administrasi umum Pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan, pihaknya masih akan melakukan kajian untuk kembali membuka SLG. 

Dengan pertimbangan SLG memiliki akses banyak pintu dan banyak orang yang berdagang. Sedangkan orang-orang yang masuk apakah sudah vaksin atau belum, tidak bisa dilakukan pengecekan. Sehingga Pemerintah Kabupaten Kediri harus melakukan penataan terlebih dahulu. 

"Kami masih melakukan berbagai kajian, untuk SLG bisa kembali dibuka. Dengan banyaknya pintu di SLG akan mempersulit untuk membendung masyarakat yang akan datang ke SLG. Sehingga, masih perlu adanya penataan-penataan yang lebih bagus," Kata Mamik kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (13/10). 

Mamik menambahkan, pedagang di Simpang Lima Gumul sebanyak 500 pedagang. Sehingga perlu penataan yang matang, agar tidak terjadi kerumunan. 

Sebelumnya tersiar kabar bahwa pada Kamis 14 Oktober, akan ada demo dari para pedagang SLG, yang meminta agar SLG dibuka kembali, dan diijinkan untuk berjualan kembali. Setelah hari ini perwakilan PKL Pasar tugu dan CFD dikumpulkan, ternyata mereka tidak ada rencana untuk menggelar aksi demo.