Pemkab Lamongan Terima Penghargaan APE dari Menteri P3AK

Bupati Lamongan Yuhronur Effendi saat memegang penghargaan APE Tahun 2020 dari Menteri P3AK/Ist
Bupati Lamongan Yuhronur Effendi saat memegang penghargaan APE Tahun 2020 dari Menteri P3AK/Ist

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menjadi salah satu kabupaten yang menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2020 kategori madya (pengembangan) dari Menteri P3AK (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) RI, yang diserahkan secara virtual, Rabu (13/10).


APE merupakan bentuk penghargaan atas komitmen dan peran pimpinan dan stakeholder pimpinan pusat maupun daerah dalam upaya mewujudan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

Selin itu, APE juga merupakan penghargaan terhadap prakarsa dan prestasi yang dicapai untuk menunjukkan kondisi kesejahteraan orang lain dalam kaitannya dengan pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

Usia menerima penghargaan, Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengungkapkan, dalam menanggapi Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan nasional, pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mengeluarkan Perda Nomor 15 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Perbup Lamongan Nomor 22 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis penyusunan perencanaan dan penganggaran responsif gender.

"Khusus dalam pengarusutamaan gender ini, Kami telah mengeluarkan peraturan daerah dan peraturan bupati," ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim kepada wartawan.

Pengharapan tersebut dikarenakan Pemkab Lamongan telah memenuhi tujuh komponen kunci yang disebut persyaratan gender. Yang meliputi komitmen (Perda PUG dan Perbup PPRG), kebijakan (RPJMD, Renstra OPD), kelembagaan (Pokja, PUG, Focal Point), sumberdaya manusia dan anggaran, alat analisis gender (gender analisis pathway), data gender (data terpilih perempuan dan laki-laki), serta partisipasi masyarakat (melibatkan LSM, dunia usaha, perguruan tinggi dalam pelaksanaan PUG).

Keberpihakan terhadap PUG ini dibuktikan dengan indikator-indikator yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lamongan tahun 2016-2021, dengan misi mewujudkan sumber daya manusia berdaya saing melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan .

Selain itu, mengembangkan perekonomian yang berdaya saing dengan mengoptimalkan potensi daerah, serta memantapkan kehidupan masyarakat yang tenteram dan damai dengan menjunjung tinggi budaya lokal melalui pembentukan kelompok kerja pengarusutamaan gender (Pokja PUG).

“Implementasi PUG di Kabupaten Lamongan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama lintas sektor dari OPD sebagai anggota Pokja PUG, serta dukungan dari berbagai pihak seperti ormas, lembaga masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi dan media masa,” tandas Bupati Yuhronur.