Bermain di Sungai, Bocah Balita Tenggelam Ditemukan Meninggal

Tim SAR dibantu warga saat melakukan pencarian terhadap balita yang jatuh ke sungai di Desa Teguhan, Paron, Ngawi
Tim SAR dibantu warga saat melakukan pencarian terhadap balita yang jatuh ke sungai di Desa Teguhan, Paron, Ngawi

Seorang bocah balita di Ngawi, Jawa Timur ditemukan meninggal di sungai setelah bermain dengan teman sebayanya.


Muhamad Gilang Putra Ramadhan bocah 5 tahun asal Dusun Tempel, Desa Teguhan, Kecamatan Paron jatuh terpeleset masuk ke sungai tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu, (4/5). 

Kemudian warga sekitar bersama Tim SAR langsung melakukan upaya pencarian. Selang beberapa jam kemudian tepatnya pukul 14.00 WIB tubuh korban berhasil ditemukan di kedalaman air sekitar 7 meter. Ketika diangkat ke permukaan kondisi korban sudah meninggal.

Menurut Kirman salah satu tetangganya menjelaskan, awalnya Putra sapaan akrab korban bermain dengan temannya di bawah jembatan. Saat kejadian posisi korban berada di bibir sungai mendadak jatuh terpeleset. Melihat korban masuk ke air lantas temanya berteriak minta tolong kepada warga. 

"Awalnya ada dua anak bermain di sungai yang satu posisinya agak jauh dari bibir sungai. Tahu-tahu korban terpeleset jatuh dan masuk ke air. Lalu si temanya teriak kepada warga sekitar sini," jelas Kirman.

Setelah korban di evakuasi, tim medis bersama petugas dari Polsek Paron melakukan pemeriksaan pada tubuh korban. Supriyono Kepala Desa (Kades) Teguhan, kepada Kantor Berita RMOLJatim menerangkan, korban merupakan anak kedua dari pasangan Solikin-Novi Mariana. 

"Setelah berhasil ditemukan korban di evakuasi ke rumah duka. Dan benar meninggal akibat tenggelam di sungai," ungkap Supriyono.