Kasus Pengasuh Cabuli Santri di Banyuwangi, PCNU Meminta Polisi Gerak Cepat

Ketua PCNU banyuwangi, Gus Makki didampingi sejumlah pengurus ponpes dan pengurus Syuriah PCNU/RMOLJatim
Ketua PCNU banyuwangi, Gus Makki didampingi sejumlah pengurus ponpes dan pengurus Syuriah PCNU/RMOLJatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi meminta kepada aparat kepolisian untuk gerak cepat menangani kasus pengasuh pondok pesantren yang cabuli santri.


Hal itu diutarakan oleh Ketua PCNU Banyuwangi, KH Mohammad Ali Makki Zaini dalam konferensi pers di kantornya, Jl A Yani 30. Didampingi pengurus PCNU, Ketua RMI H Farurrozi, sejumlah tokoh pesantren di Desa Padang Kecamatan Singojuruh hingga tokoh pesantren tetangga yang ada di Kecamatan Singojuruh.

“Kalau urusan kriminal kami mempercayai kepolisian bisa bergerak secara cepat dan profesional,” ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (27/6).

PCNU, kata Gus Makki sapaannya, telah melakukan beberapa pertemuan, yakni pada 25 Juni bersama utusan masyarakat, utusan alumni, utusan pondok pesantren, utusan sebagian santri, siswa, dan mahasiswa di komplek ponpes tersebut.

Kemudian, dilanjutkan dengan pertemuan khusus pada 26 Juni, bersama pihak keluarga terlapor, guru diniyah pesantren, sebagian alumni. Dan dilanjutkan dengan pertemuan hari ini bersama pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi.

“Kami memutuskan bahwa urusan kriminal dengan inisial FA (sebelumnya ditulis F), adalah urusan pribadi dan menjadi tanggungjawab pribadi. Semua dipasrahkan kepada proses hukum. Urusan kriminalnya adalah urusan pribadi. Jadi, tidak berkait dengan lembaga pesantren,” kata Gus Makki menegaskan,

“Ini sekaligus kami memohon kepada masyarakat di Banyuwangi agar dibedakan tindakan probadi-perilaku pribadi dengan lembaga pondok pesantren,” imbuhnya.

Kalau persoalan ini lambat penanganannya, dikhawatirkan dapat berpengaruh kepada pesantren-pesantren yang ada di Desa Padang. Karena, dari informasi yang masuk kepada PCNU telah ada yang masyarakat yang melarang untuk mondok di pesantren yang ada di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.

“Karena, setelah kita menerima masukan sudah ada masyarakat yang mengatakan jangan mondok di Padang. Jadi, dimohon masyarakat agar bisa memahami antara perilaku pribadi dengan lembaga pesantren,” ujar Gus Makki berharap.

Seorang pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Singojuruh, dilaporkan telah mencabuli santrinya kepada Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi. 

Oknum yang berinisial F tersebut, juga telah berstatus saksi terlapor dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur. Polisi juga telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.