Cak Dedi Soroti Pejabat Tak Hafal Pancasila: Ini Contoh Buruk Buat Pemerintahan

Acara wawasan kebangsaan yang dihadiri anggota DPRD Jatim Hadi Dediansyah/ist
Acara wawasan kebangsaan yang dihadiri anggota DPRD Jatim Hadi Dediansyah/ist

Anggota DPRD Jawa Timur Hadi Dediansyah menilai sosialisasi mengenai pentingnya pengamalan dan implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk dilakukan.


Pasalnya, Pancasila merupakan pondasi dasar, sehingga harus diimplementasikan dalam segala sendi kehidupan.

Dia menyoroti ketua DPRD Lumajang yang tidak hafal Pancasila. Menurut dia, fenomena itu menjadi stigma negatif dalam pemerintahan.

"Kita berulang ulang melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan karena konteksnya terjadi. Contoh nyata ketua DPRD tidak bisa menglafal sila Pancasila. Ini kan preseden baru buat pemerintahan," katanya.

Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur itu mengimbau agar para pejabat bisa mengaktualisasikan Pancasila dalam tata kelola pemerintahan.

"Padahal dewan merupakan publik figur nomer dua seharusnya bisa mengaktualisasikan. Terutama hafalan itu. Maka ini menjadi warning seluruh pejabat di Indonesia khususnya di Lumajang agar segera mungkin mempelajari atau mengingat kembali apa yang menjadi naskah dasar NKRI," jelasnya.

Meski demikian, dia mengapresiasi keberanian ketua DPRD Lumajang Anang Ahmad Syaifuddin yang memutuskan mengundurkan diri. Sehingga, posisi itu bisa digantikan oleh tokoh yang punya kapasitas dan kemampuan mumpuni.

"Jangan sampai kasus ini terulang kembali. Memang itu ada tanggung jawabnya secara gentlem. ketua DPRD itu mengundurkan diri dari jabatannyam dan itu bentuk ukur langkah yang positif. Kalau memang dirasa mengukur dirinya tidak mampu lebih baik tidak memaksakan," jelasnya.

Dia berharap, para pejabat berperilaku baik dan menjunjung tinggi falsafah Pancasila, agar mereka bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

"Karena akan menjadi tontonan masyarakat akan menjadi suri teladan yang tidak baik.  akan menjadi peringatan, ternyata pemangku pemangku negara tidak sesuai apa yang digambarkan oleh masyarakat. Kedepan menjadi introspeksi bagi semua pejabat agar mengujur dirinya agar tidak memaksakan," pungkasnya.