Outing Wah Wow

Auditorium Galeri Kebangsaan di Nasdem Tower/RMOLJatim
Auditorium Galeri Kebangsaan di Nasdem Tower/RMOLJatim

JURNALIS outing atau tamasya. Inilah yang dilakukan 97 awak media di Jawa Timur. Tamasya ke Jakarta. Diajak Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kemana? Melihat kantor Nasdem. Bertemu Surya Paloh. Bertemu tiga calon presiden yang direkom Nasdem. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa.

Kata Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur dan juga Ketua Koordinator Bidang Politik, Ideologi Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Nasdem, Sri Sajekti Sudjunadi, jurnalis outing sudah digagas sebelum pandemi Covid-19. Namun baru terealisasi hari ini. Tepatnya, Jumat 30 September. 

Di kalangan wartawan, Sri Sajekti sangat akrab disapa Janet atau Jes. Orangnya ramah. Punya empati tinggi. Dia rela berangkat dari Surabaya ke Jakarta naik mobil demi menemani para jurnalis. Jarak tempuh paling lama 12 jam.

Dari 100 awak media yang diundang, sebanyak 97 orang yang hadir. Kami naik dua armada bus. 

Nah, Janet lebih suka bersama awak media. Padahal dia bisa saja terbang naik pesawat. Turun ke Jakarta. Leyeh-leyeh. Tidur-tidur. Sembari menunggu awak media. Tak perlu ribet. Tak perlu berlelah-lelah. Toh, Jakarta juga rumahnya. 

Rupanya Janet tidak mau. Dia tetap menemani awak media. 

Janet selalu memanggil teman-teman media dengan sebutan 'kakak'. Pada kader dan pengurus Nasdem juga begitu. Di lingkungan Nasdem, semua orang saling memanggil 'kakak'. Heran saja. Kalau ada 'kakak' seharusnya ada panggilan 'adik'. Tapi ini tidak ada.

Tujuan jurnalis outing, kata Janet, bukan untuk politik meski tujuannya ke kantor Nasdem dan bertemu para capres. 

Lalu apa tujuannya? 

"Ya, bergembira ria," Janet mengutip omongan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Para jurnalis bebas melakukan apa saja selama outing. Mau menulis atau tidak menulis, terserah. Pokoknya senang-senang. 

Sebelum berangkat, sejumlah wartawan sempat berbisik-bisik. Kata mereka, baru kali ini ada partai memberangkatkan 100 wartawan ke Jakarta. Tujuannya cuma untuk bersenang-senang.

Di Jakarta, para awak media menginap di Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem di Jalan Pancoran Timur No 4, Jakarta Selatan. Lokasinya luas. Sekitar satu hektaran. 

ABN diresmikan Presiden Jokowi pada 16 Juli 2017. Tanggal ini bertepatan dengan tanggal lahir Surya Paloh. 

Sebagaimana namanya, ABN disetting mirip asrama. Tempat tidurnya bertingkat-tingkat. Kamar mandinya bersengkat-sekat. Kamar laki-laki dan perempuan dipisah. Orang yang ikut Akademi Bela Negara sudah pasti akan digembleng dan merasakan seperti berada di sebuah asrama.

Gubernur ABN adalah Mayjen TNI (Purn) DR (HC) I Gusti Kompyang (IGK) Manila. Jabatan yang pernah dipegang IGK adalah Wakil Ketua Umum ORARI. Dia pernah menjabat Direktur Akademi Olah Raga Indonesia (AKORIN), nama panggilan radio amatirnya adalah YB0AA.

Usia Manila tidak muda lagi. Janet memberitahu usia Manila sudah 80 tahun. Meski Begitu Manila tetap cekatan. Dia bahkan rela menunggu kedatangan awak media dari Jawa Timur hingga subuh. Katanya sudah menjadi tanggungjawabnya. 

Dari ABN, para jurnalis diajak ke Nasdem Tower yang merupakan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem. Letaknya di Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Kantor ini baru selesai dibangun. 

Diresmikan Presiden Jokowi pada Februari 2022. Sebenarnya sudah lima kali saya riwa riwi Jakarta untuk urusan rapat. Antara 2021 hingga 2022. Setiap kali melintas Gondangdia, saya melihat gedung tersebut masih dalam proses pembangunan. 

Saat bersama teman, dia selalu menunjuk 'itu kantor Nasdem yang baru'.

"Wah, mirip mall. Besar sekali. Isinya apa saja," celetuk saya saat itu. 

Barulah saya tahu isi di dalamnya setelah diajak keliling ke kantor tersebut. Nasdem Tower memiliki 23 lantai dengan total luas 30.000 meter persegi. Pengerjaan Nasdem Tower ini dilakukan selama 18 bulan.

Gedung ini sangat ikonik. Terdiri atas ruang kerja pribadi Surya Paloh, Galeri Kebangsaan, Perpustakaan, Ballroom, Mini Theater, Office, sky garden, hingga Helipad.

Benar-benar wah. 

97 awak media ditemui Wakil Ketua Umum Nasdem, Ahmad Ali di Ballroom. Tempat ini biasa dipakai untuk rapat-rapat penting. Bahas kondisi negara. Bahas urusan kepartaian.

"Gedung ini bentuk keseriusan Surya Paloh mengurus partai. Dan partai ini (Nasdem) dipersembahkan untuk bangsa," kata Ahmad Ali. 

Seserius itukah? Ya memang harus serius. Karena partai bagian dari penentu arah masa depan bangsa. Harus serius diurus. 

Tahun 2014 Nasdem mendukung Jokowi. Yang didukung berhasil jadi presiden. Tahun 2019 Nasdem kembali dukung Jokowi. Jadi lagi. Itu bentuk seriusnya partai besutan Surya Paloh. 

Dari Ballroom, awak media diajak ke tempat parkir. Tempat parkirnya wah. Sistem parkirnya vertikal. Tertinggi di Indonesia. Pertama kali di Asia Tenggara. 

Teknologi parkir vertikal mempermudah parkir kendaraan khususnya mobil. Karena fasilitas ini sudah otomatis sehingga lebih mudah dan praktis. 

Pengemudi tidak perlu repot mencari lahan parkir kosong. Sistem parkir vertikal ini akan jauh menghemat waktu dan juga menghemat bahan bakar. Cuma saya bertanya-tanya, kalau sepeda motor parkirnya dimana? 

Kami kemudian diajak ke lantai atas. Di sana ada ruang kerja Surya Paloh. 

Lalu turun lagi ke Auditorium Galeri Kebangsaan. Lupa lantai berapa. Pokoknya di lantai ini ada 400 buah patung pahlawan. Patung paling besar tentu Bung Karno dan Bung Hatta saat membacakan teks proklamasi.  

Benar-benar wah. 

Entah siapa yang punya ide membuat patung sebegitu banyaknya. Perkiraan saya, idenya ya dari Surya Paloh. 

Apalagi dalam bukunya "Sang Ideolog" Surya Paloh Matahari Restorasi disebutkan Surya Paloh sangat mengidolakan sosok Soekarno. Wajar jika pemikiran-pemikiran progresif Surya Paloh kemudian melahirkan gagasan Restorasi Nasional. Semua itu terinspirasi dari idolanya. 

Makanya, di lantai itu ada perpustakaan. Bukunya mencapai ribuan. Kata pemandu, perpustakaan tersebut menyimpan 10 ribu buku. Ada Soekarno-Hatta corner. Di sini berisi semua catatan Bung Karno dan Bung Hatta. Dari mulai buku anyar hingga buku cetakan lawas yang ditulis Bung Karno maupun Bung Hatta. 

Dari situ beranjak ke Mini Theater. Seperti mononton bioskop. Kata Janet, bioskop mini ini biasa dipakai anak-anak mahasiswa dan pelajar untuk menonton film dokumenter. 

Tour dari lantai ke lantai bergeser ke War Room. Kalau diartikan ruang perang. Awak media dilarang mengambil gambar. Ruangannya exclusive. Sangat rahasia. Ruangan ini khusus memantau pergerakan politik melalui teknologi. Ada banyak monitor, ada banyak televisi. 

Semua perkembangan politik di tanah air dipantau dan dianalis di sini. Benar-benar real time. 

Outing Nasdem Tower berakhir di Sky Garden. Lokasi untuk bersantai ria. Bercanda. Bernyanyi. 

Sebenarnya masih banyak yang bisa diceritakan soal Nasdem Tower. Tetapi yang paling penting, hari ini Partai Nasdem hendak mengumumkan calon presiden 2024 yang bakal diusung. 

Pilihan tepat akan membuat Partai Nasdem mencetak hattrick. Itu bakal wow banget.

Pilihan Capres 2024 sekaligus bukti keseriusan Partai Nasdem membawa perubahan bagi negeri, sebagaimana pesan Surya Paloh dalam restorasinya. 

Kita berharap pilihannya jatuh ke Anies.

Wartawan Kantor Berita RMOLJatim