Berhasil Tekan Kebocoran, Begini Cara Bupati Sampang Naikkan PAD 

Bupati Sampang Slamet Djunaidi/RMOLJatim
Bupati Sampang Slamet Djunaidi/RMOLJatim

Bupati Sampang Slamet Junaidi berhasil menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama dua tahun memimpin wilayahnya. Politisi Nasdem tersebut optimistis target kenaikan PAD tembus 300 miliar bisa direalisasikan pada tahun 2023.


"PAD kita 2018 hanya Rp 130 miliar kalau sekarang sudah Rp 170 miliar sekian. Targetnya pada tahun 2023 bisa meningkatkan PAD," katanya kepada Kantor Berita RMOLJatim beberapa waktu lalu.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menekan kebocoran di beberapa sektor sumber pendapatan. Misalnya Pemkab Sampang berhasil menekan kebocoran pendapatan di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sampang.

"Penghasilan pasar selama setahun kalau dibagi sehari cuma dapat Rp 100 ribu. Logikanya kalau cuma Rp 100 ribu sudah tidak mungkin," katanya.

Selain menekan kebocoran di beberapa pasar, Pemkab Sampang juga mengoptimalkan pembangunan di sektor pariwisata. 

Salah satunya dengan menggerakkan dana CSR untuk memperbaiki tempat wisata agar wisatawan dari luar Sampang bisa masuk dan berkunjung ke kabupaten tersebut.

"Kalau kita membangun menggunakan dana CSR tidak ada yang pakai APBD," tambahnya. 

Dia juga mengizinkan pusat-pusat ekonomi selama 24 jam dibuka. Misalkan dengan dibukanya kegiatan ritel selama 24 jam tersebut, maka roda perekonomian di Sampang bisa berputar dan mendapatkan PAD bagi daerah.

"Kita izinkan toko medern supaya buka sampai malam dan alhamdulillah mereka juga sepakat dan roda perekonomian di Sampang bisa berputar," pungkasnya.

Selamat Junaedi juga memberikan kabar bahagia bahwa melon love yang merupakan produk asli Kabupaten Sampang bisa mulai diterima oleh Pemprov DKI Jakarta dan setiap panen melon love bisa masuk ke pasar di DKI Jakarta dalam jumlah yang sangat besar.