Kadinkes Surabaya Akui Ada Anggota Dewan Positif Covid-19

Kadinkes Surabaya, Febria Rachmanita/RMOLJatim
Kadinkes Surabaya, Febria Rachmanita/RMOLJatim

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya belum berani blak-blakan berapa jumlah anggota DPRD Surabaya yang terinfeksi Covid-19.


Namun yang jelas jumlah anggota DPRD Surabaya yang positif Covid-19 tidak sampai lebih dari sepuluh orang.

"Gak sampai 9 (sembilan) orang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita dikutip Kantor Berita RMOLJatim di Balai Kota Surabaya, Jum'at (11/6).

Bahkan agar lebih pastinya, ia menyarankan agar bertanya kepada pimpinan anggota DPRD Surabaya.

Sebab seluruh hasil dari swab antigen anggota DPRD Surabaya telah dikirimkan ke pimpinan legislator.

"Jangan tanya saya tanya pimpinan dewan karena data sudah saya kirimkan ke pimpinan anggota dewan," ungkapnya.

Ia menambahkan setelah dinyatakan positif Covid-19, sejumlah anggota DPRD Surabaya tersebut harus mentaati peraturan dengan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Pemkot Surabaya.

"Monggo silahkan mereka mau dirawat kemana. Gak boleh isolasi mandiri tergantung CT nya," paparnya.

Menurut Feny sapaan Kadinkes Surabaya, sejumlah anggota DPRD Surabaya yang positif Covid-19 sebelumnya telah menjalani vaksinasi.

Artinya gejala yang ditimbulkan tidak mengkhawatirkan hanya butuh istirahat dan mengkonsumsi makanan secara teratur dan vitamin.

"Tapi kalau saya melihat kan sudah vaksin  tetapi vaksin itu ya harus tetap prokes. Intinya sesudah vaksin tertular lagi tidak dalam tahap berat jadi ringan. Gejala-gejalanya ringan," jelasnya.

Saat ini lanjut Feny, satgas Covid Kota Surabaya sedang fokus mencari siapa saja yang pernah berhubungan erat dalam beberapa hari ini dengan sejumlah anggota DPRD Surabaya yang terinfeksi Covid-19.

"Semua harus ditracing tidak ada perbedaan perlakuan semua harus ditracing karena itu adalah protap yang harus dihindari penyakit menular. Kita harus mencari kontrak eratnya semua yang bertemu dia kita tracing semua," tegasnya.

Maka dari itu Feny juga meminta para wartawan juga melakukan swab, sebab sering berhubungan dengan nara sumber yang saat ini terpapar penyakit yang menular itu.

"Harusnya di swab semua ini (wartawan) gak papa kan cuma liat tok," pungkas Feny lantas tertawa.