Sejumlah Legislator Positif Covid-19, Gedung DPRD Surabaya Tak Di Lockdown

Gedung DPRD Surabaya/Net
Gedung DPRD Surabaya/Net

Kendati sejumlah anggota DPRD Surabaya terinfeksi Covid-19. Namun kalangan lesgislator membantah bila gedung DPRD Kota Surabaya dijalan Yos Sudarso, Jawa mulai Kamis ini lockdown.


"Tidak benar. tadi saya masih menerima tamu di dewan," kata Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Jum'at (11/6).

Soal kabar adanya sejumlah anggota DPRD Surabaya yang terpapar positif COVID-19, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya ini mengatakan tidak mengetahui secara pasti.

Hanya saja, ia mendapat kabar bahwa ada salah satu anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP yakni Dyah Katarina yang sempat membuat status di salah satu akun media sosialnya yang hendak isolasi mandiri.

"Saya sendiri tidak paham cuma dapat kabar seperti itu," ujarnya.

Mahfudz menjelaskan sampai saat ini tidak ada pemberitahuan dari pimpinan DPRD maupun Satgas COVID-19 Surabaya bahwa gedung DPRD Surabaya saat ini sedang lockdown.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni membenarkan jika ada 10 anggota DPRD Surabaya yang terpapar COVID-19. 

Hanya saja, ia masih menunggu hasil resmi terkait hal itu.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa aktiviats anggota DPRD Surabaya tidak hanya di kantor saja, melainkan bisa dimana saja, termasuk di rumah. 

"Sehingga, bisa saja sewaktu-waktu bisa terpapar kalau imunnya menurun," katanya

Ketua Golkar Surabaya ini menambahkan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan klaster partai politik.

Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat agar tidak lelah menerapkan protokol kesehatan secara ketat

"Semoga kolega kami di DPRD diberikan kesembuhan. Untuk aktivitas di DPRD belum ada pembahasan, apakah rapat-rapat menggunakan luring atau daring," pungkasnya.