RMOLBanten. Menjelang hari raya Idulfitri kebutuhan beras bakal kembali meningkat. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal mensinergikan beberapa perusahaan pelat merah dengan Bulog untuk mengamankan dan mendistribusikan beras.
- Resmikan Han Palace dan Legacy Ballroom di Surabaya, Khofifah Optimis Perkuat Sektor MICE Jatim
- Surabaya Printing Expo, 250 Perusahaan Pamerkan Mesin Percetakan dengan Teknologi Modern
- Tumbuhkan Perekonomian, SKG Reborn Tampung 266 Produk UMKM
"Langkah ini disiapkan agar menghadapi Lebaran tahun ini distribusi beras oleh BUMN bisa berjalan dengan lancar," tuÂtur Wahyu di Jakarta, kemarin.
Dijelaskan, pada momentum Lebaran kali ini pihaknya mendaÂpatkan tugas untuk memastikan pasokan beras melalui Bulog bisa berjalan aman. "Khusus menghadapi Lebaran tahun ini kami juga ajak Himpunan Bank Milik Negara untuk mendistriÂbusikan beras," terangnya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, pihaknya mengÂgunakan saluran ritel yang sudah disiapkan oleh sejumlah perusahaan. "Beras dikemas dalam bentuk kemasan 5 kiloÂgram (kg) dan 10 kg kemudian distribusikan melalui pengecer kami yang sudah dibentuk oleh BUMN pangan dan agen Bank Himbara," terangnya.
Wahyu mengatakan, alasan distribusi beras dalam kemasan dilakukan untuk menghindari penyimpangan yang kerap terÂjadi. Salah satunya pengoploÂsan yang sering kali dilakukan oknum pedagang.
Terobosan yang dilakukan BUMN diharapkan bisa memÂbantu masyarakat dalam meÂmenuhi kebutuhan beras. Selain itu, kata dia, setiap kemasan beras telah diberi barcode yang dibuat oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian, pasokan beras yang keluar dan dibeli oleh konsumen akan tercatat secara real time di sistem pemantauan Kementerian BUMN dan perseroan terkait.
Wahyu menyebut saat ini pasokan beras yang dimiliki Bulog mencapai 1,2 juta ton. Jumlah tersebut diklaim mencukupi kebutuhan hingga pasca Lebaran 2018.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan, stok beras di gudang Bulog masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang lebaran mauÂpun pasca Lebaran. "Sampai hari ini di gudang Bulog untuk cadangan ada 1,5 juta ton, dalam hitungan kita ketersediaan di pasar masih aman," kata Budi.
Dijelaskan, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memberikan amanah agar Bulog dapat menÂjaga stabilitas pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.
"Kita terus melakukan kegiatan operasi pasar dan tetap menyerap beras-beras dari petani," jelasnya.
Wakil Presiden Republik InÂdonesia Jusuf Kalla sudah memÂberikan arahan kepada Bulog. Jusuf Kalla meminta Bulog agar menjaga pasokan dan menghinÂdari kelangkaan.
Menurut JK impor bisa saja dilakukan jika sudah mendesak. Jika stok diperkirakan besok berkurang maka Bulog harus siaga. Dia menilai, prinsip dalam kebijakan stok pangan adalah lebih baik kelebihan stok ketimÂbang kekurangan stok. [dzk]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- bankjatim Raih Penghargaan Bank dengan Kinerja Sangat Bagus Selama 20 Tahun Berturut-Turut
- Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono Ajak Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Petumbuhan Ekonomi, Digitalisasi dan Pengendalian Inflasi
- Pemprov Dorong Kepala Daerah se-Jatim Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Wabup Jember Pastikan Wiayahnya Terkendali