Eksekusi Terpidana Hukuman Mati di Jatim Tunggu Instruksi Kejagung

Kejati Jatim belum bisa melaksanakan eksekusi mati terhadap sejumlah terpidana yang telah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan di Jawa Timur.


Diungkapkannya, pelaksanaan eksekusi hukuman mati ini akan dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia. Hanya saja, kapan dilaksanakan, Herry mengaku masih menunggu instruksi dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Pelaksanaannya bersamaan seluruh Indonesia, Instruksinya dari Kejagung," ungkapnya.

Sementara saat ditanya terkait lamanya pelaksanaan eksekusi mati meski para terpidana sudah menjalani puluhan tahun dipenjara, lanjut Herry, disebakan adanya upaya hukum yang masih ditempuh para terpidana mati diantaranya, upaya hukum luar biasa atau disebut Peninjau Kembali (PK) maupun pengajuan grasi ke Presiden.

"Memang masih banyak yang melakukan upaya hukum PK dan Grasi. Karena itu, sekarang kami masih melakukan akurasi data-datanya," sambungnya.

Sedangkan saat ditanya besarnya jumlah anggaran pada pelaksanaan ekseksusi mati tersebut dibenarkan oleh Herry.

"Memang cukup banyak yang dikeluarkan, misal untuk persiapan regu tembak, mental dari para petugasnya juga pelaksanaan lainnya dilapangan banyak sekali, mungkin pengamanannya dan sebagainya. secara riil besarnya saya tidak tau, karena itu lahannya pusat," pungkasnya.

Dari data yang dihimpun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Pas Kemenkumham, Hingga saat ini jumlah terpidana mati yang tersebar di Indonesia sebanyak 274 orang. Mereka yang divonis pidana mati berbagai kasus, yakni 68 pembunuhan, 90 narkotika, 8 perampokan, terorisme 1, 1 pencurian,1 kesusilaan, dan pidana lainnya 105.[aji

ikuti terus update berita rmoljatim di google news