Mahasiswa ITS Temukan Cara Kurangi Polusi Air Di Pertanian

Limbah pupuk kimia dan pestisida dari kegiatan irigasi pertanian menjadi salah satu penyebab pencemaran air di muka bumi. Padahal sektor pertanian sendiri menggunakan air untuk irigasi sekitar 70 persen hingga 90 persen dari seluruh kebutuhan air di bumi. Kepada Kantor Berita , Jumat (23/8), mahasiswa doktoral dari Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kiki Gustinasari, mengatakan, penelitian berjudul Constructed Wetlands - Microbial Fuel Cells (CWs - MFCs) sebagai Pereduksi Herbisida Glifosat dan Aplikasi Biosensor untuk Toxicity Warning pada Limpasan Persawahan.Tujuan dari penelitiannya ini, lanjutnya, untuk membuktikan bahwa CWs MFCs sebagai infrastruktur ramah lingkungan mampu mereduksi residu herbisida glifosat, yang merupakan jenis pestisida pada sektor pertanian. Diakuinya, penggunaan herbisida glifosat memberikan dampak buruk terhadap makhluk hidup di perairan.


"Kinerja mikroba akan turun apabila terdapat zat racun yang mengganggu kehidupan mikroba tersebut,” jelasnya.
 
Dengan turunnya kinerja mikroba, imbuh Kiki, maka dapat diketahui adanya zat yang tidak diinginkan memasuki area pertanian. Penurunan tersebut nantinya akan ditandai dengan indikasi dropping listrik. "Indikasi inilah yang menjadi peringatan dini sebagai dasar pengambilan keputusan selanjutnya,” ucap perempuan asal Jombang ini.
 
Dalam penelitian yang ditujukan untuk disertasinya tersebut, mahasiswi yang dibimbing oleh Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD ini mengungkapkan, banyak peneliti lain yang menggunakan CWs untuk menangani limbah pertanian. Namun, penelitian sebelumnya hanya memanfaatkan satu fungsi, yaitu mereduksi polutan.

"Sedangkan konsep penelitian yang saya lakukan ini selain untuk mereduksi polutan, juga sebagai early warning system,” tuturnya.
 
Harapannya, penelitian ini tidak hanya dapat berjalan dengan lancar hingga akhir, tapi juga memperoleh hasil yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. "Tidak menutup kemungkinan penelitian ini akan diterapkan di lapangan, tentunya dengan dukungan dari pihak pemerintah,” pungkasnya.[isa/aji]
 

 

ikuti terus update berita rmoljatim di google news