Menteri Agama Fachrul Razi diminta tidak mengurusi isu sensitive seperti mewacanakan pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang.
- HUT ke-51 PDIP, DPC Kota Madiun Tanam Ratusan Pohon
- Terawan Klaim Vaksin Nusantara Jadi Vaksin Covid-19 Pertama di Dunia Menggunakan Sel Dendritik
- Politik Warung Pecel Puan Maharani dan Cak Imin
"Cadar memang tidak ada di dalam ayat Al-Quran. Tapi ada hadis, ada ijtimak ulama, ada kias, dan lain sebagainya. Nah, dia jangan masuk di hal-hal sensitif," kata politisi PKB ini.
Marwan menyarankan, sebaiknya Menag Fachrul mengurusi hal-hal yang tidak membuat gaduh.
"Lebih penting Menag menjadikan agama sebagai benteng dalam berperilaku di masyarakat," ucap Marwan.
Lebih jauh Marwan meminta Menag tidak usah mengurusi yang bukan urusannya. Urus saja yang menjadi urusan Kementerian Agama.
"Menjadikan agama sebagai moral kita, menjadi benteng kita untuk bertindak berlaku di masyarakat, atau berpolitik. Sehingga kita tidak melakukan hal gaduh, tidak memfitnah. Lah kok cadar yang diurusi? Benar cadar diurusi, ini ya nanti saja," ucapnya.
Legislator dari derah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II ini menegaskan, yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana penggunaan hijab tidak disalahgunakan dengan niat untuk berbuat jahat.
"Saya bersikap seperti ini karena tidak ingin Menteri Fachrul tidak menjadi sasaran 'nyinyir' masyarakat," demikian Marwan.[aji]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Polisi Tembak Polisi Kembali Terjadi, Pengamat Intelijen Usulkan Tes Psikologi Berkala Anggota Polri
- Reses Di Nganjuk, DPRD Jatim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Menuju Desa Mandiri
- Bacakan Pidato Menteri Nadiem Makarim, Begini Permintaan Bupati Lamongan Ke Insan Pendidikan