Indonesia dihantui resesi seperti ungkapan Menteri Keuangan Sri Mulyani, hal ini akan membuat persaingan usaha di Tanah Air menjadi tak sehat. Sebab para pelaku mulai menghalalkan segala cara agar tak mengalami defisit.
- Database Diberitakan Bocor, Bank Jatim Pastikan Data Nasabah Aman
- Kementerian BUMN Umumkan Progres Pembubaran Tujuh Perusahaan Pelat Merah
- Angkutan Logistik Kereta Api di TPS Mulai Beroperasi
Pada pelaku usaha, mungkin kesulitan untuk survive atau untuk berkembang. Memang ada beberapa modus atau perilaku, pelaku usaha melakukan persaingan tidak sehat ketika harus survive atau mempertahankan diri, seperti itu,†ungkap Guntur.
Menurutnya, ketika market semakin kecil, kebutuhan eksistensi usaha untuk berkembang atau mempertahankan usaha kadangkala menggunakan cara-cara tidak sehat dalam berbisnis.
"Istilahnya kalau kepepet menghalalkan segala cara, terutama kepada pelaku usaha yang memiliki posisi dominan karena resesi yang terjadi kan sebenarnya lebih kepada orientasi perdagangan internasional,†jelasnya.
Dalam produk ekspor, diperkecualikan di UU KPPU dengan logika. Ketika resesi, maka orientasi bisnis akan ke dalam negeri.
Pasar dalam negeri pelaku usaha yang kemarin mungkin orientasinya ke luar bisa saja berbalik arah atau memberikan perhatiannya untuk pasar dalam negeri. Tentu saja ada peluang melakukan penyalahgunaan," tandasnya.[aji]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Alfamart Jalin Kedekatan Hubungan Baik Antar Member Melalui Program Obral
- Jabar International Marathon 2022, Komitmen bank bjb Dorong Sport Tourism di Jawa Barat
- IHSG Menghijau ke Level 7.335 Usai Pilpres 2024