Layanan rapid test gratis yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di 63 Puskesmas Surabaya terus dilakukan.
- Dukung Kelancaran Pemilu 2024, Dinkes Surabaya Bekali Vitamin Nakes dan Petugas Lapangan
- Buka Jambore Cabang VIII Tahun 2023, Bupati Madiun Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini
- Urai Kemacetan, Proyek Jalan Menganti Wiyung - Babatan Unesa Surabaya Ditarget Rampung Desember
Hingga saat ini selama hampir sepekan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Surabaya, angka kumulatif calon mahasiswa di 63 Puskemas yang sudah melakukan rapid test gratis mencapai angka 1.287 orang.
“Kemarin hari terakhir. Untuk kemarin ada sekitar 206 orang calon mahasiswa. Reaktifnya ada empat orang,” kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (9/7).
Feny sapaan Febria Rachmanita memaparkan dari jumlah 1.287 orang tersebut, total hasil rapid test reaktif sebanyak 56 calon mahasiswa.
Bagi yang calon mahasiswa yang dinyatakan reaktif, mereka langsung dilakukan swab pada saat itu juga sembari isolasi di hotel untuk menunggu hasilnya keluar.
“Alhamdulillah, dari 56 orang tersebut sudah keluar hasilnya. Mereka berstatus negatif semua. Artinya tidak terpapar Covid-19,” ungkapnya.
Kepala Dinkes Surabaya ini menambahkan, bahwa kuota layanan rapid test gratis untuk peserta UTBK ini sebanyak 10 ribu. Namun, layanan ini dikhususkan bagi warga Surabaya.
“Layanan rapid test gratis ini dikhususkan bagi warga Surabaya pemegang KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), atau MBR yang menjadi persyaratan,” pungkasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Sidak Layanan UPT Puskesmas dan Kantor Kecamatan Dukun, Wabup Gresik Temukan Banyak Persoalan
- BPJS Perangkat Desa se-Kabupaten Bondowoso Tak Kunjung Cair, Ini Penjelasan Kepala DPMD
- Pemkab Kediri Tindaklanjuti SE Kemendikbud saat Bulan Ramadan