Penawaran utang cepat melalui short message service (SMS) di telepon seluler ternyata tidak hanya dirasakan rakyat biasa. Seorang Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengaku handphone-nya “diserang” SMS tersebut.
- Investasikan Rp7.500 Triliun untuk Proyek AI, AS Bikin Saham Teknologi Meledak
- Di Hadapan Delegasi B20, SIER Pamerkan Kawasan Industri yang Berkelanjutan
- Bank Jatim Menjadi Bank Pertama dalam Pelaksanaan IKD For Banking di Indonesia
Dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, dalam sebuah diskusi online yang digelar pada hari ini, Selasa (23/3), Sri Mulyani menjelaskan mengenai kemajuan teknologi di sektor keuangan yang mulai bergerak. Khususnya teknologi finansial atau fintech yang membuat masyarakat semakin mudah mencari pinjaman. Bahkan sekedar melalui perangkat handphone.
Sri Mulyani turut mengurakan bahwa dirinya juga kerap menerima penawaran utang cepat melalui SMS. Saking kesalnya dengan intensitas SMS yang masuk per hari, Sri Mulyani bahkan harus meluangkan waktu untuk menghapus pesan-pesan tersebut.
"Sekarang banyak yang menawarkan anda butuh dana cepat? Itu setiap hari saya hapus kayak gitu. Ada yang Anda butuh Rp 1 juta, Rp 5 juta, kalau punya BPKB rumah atau jaminan lainnya," katanya.
Bagi Menkeu berpredikat terbaik dunia tersebut, apa yang dialaminya dan masyarakat Indonesia ini merupakan sisi lain dari dampak kemajuan teknologi.
Untuk itu, dia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator untuk terus melakukan edukasi masyarakat untuk mengetahui fintech yang legal dan ilegal. OJK perlu mengurai produk-produk mana saja yang diawasi atau tidak diawasi.
“Fintech sekarang sudah muncul seperti tengkulak coming to your handphone,” urainya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Utamakan Perlindungan Pekerja, Gubernur Khofifah Serahkan Piala Paritrana untuk Pelindo 3
- Dorong Pendapatan Pajak hingga Pariwisata Daerah, Bank Jatim Serahkan CSR ke Pemkab Ponorogo dan Sumenep
- Komitmen Kelestarian Alam, SIG GhoPO Tuban Beri Bantuan Tanaman Produktif