Tiga tersangka jasmas yakni anggota DPRD Surabaya, Ratih Retnowati dan mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019, Dini Rijanti dan Syaiful Aidy akhirnya mengirimkan surat balasan atas ketidak hadirannya untuk memenuhi pemeriksaan penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak.
- Upaya Damai Gagal, Kasus Gugatan PMH Terhadap Bawaslu Jalan Terus
- KPK Harus Tangkap Aktor Kuat Koruptor Bansos
- Jadi Tersangka Meme Stupa Borobudur, Roy Suryo Langsung Pakai Kursi Roda Usai Diperiksa
Dalam surat balasannya, ketiga tersangka jasmas tersebut lanjut Fadhil, tak jauh berbeda engan alasan seperti pada panggilan pertama dan kedua.
"Ya, masih dengan alasan yang sama seperti dulu. Katanya masih menunjuk penasehat hukum, masih mengumpulkan alat bukti, dan melakukan koordinasi dengan penasehat hukumnya," jelasnya.
Fadhil menambahkan dengan adanya surat balasan dari ketiga tersangka ini, menunjukkan bila Ratih Retnowati, Dini Rijanti dan Syaiful Aidy, telah menerima surat panggilan dari penyidik serta ketiganya saat ini masih berada di kota Surabaya.
"Panggilan pertama, kedua dan ketiga mereka selalu mengirim surat balasan. Itu menunjukkan bila surat yang selalu kita kirim selalu diterima, bukan tidak diterima oleh mereka," pungkasnya.
Seperti diketahui, anggota DPRD Surabaya, Ratih Retnowati asal partai Demokrat serta eks mantan Anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 Dini Rijanti asal partai Demokrat dan Syaiful Aidy asal partai PAN telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tanjung Perak (19/8).
Bahkan sebelumnya masih dalam kasus yang sama ada juga mantan tiga anggota DPRD Surabaya yang sudah ditahan di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.
Mereka adalah Sugito asal partai Hanura, Darmawan asal partai Gerindra dan Binti Rochma asal partai Golkar.
Kelima bekas legislator Yos Sudarso itu serta satu anggota DPRD Surabaya terpilih periode 2019-2024 yakni Ratih Retnowati ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah yang ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018 lalu.
Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Tanjung Perak juga sudah menahan pihak swasta yaitu Agus Setiawan Tjong dan telah divonis pengadilan tipikor Surabaya selama 6 tahun penjara.
Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.
Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.
Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.
Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system.[bdp]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kejari Banyuwangi Tangani Perkara Dugaan Korupsi di Pemkab Banyuwangi
- Gerbong Mutasi Bergerak, 15 AKBP Keluar Masuk Polda Jatim
- Terkuak, Transaksi Penjualan Barang Sitaan Pol PP Surabaya Rp500 Juta di Ruang Lurah Pradah Kali Kendal