Pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, berinisial F dilaporkan telah mencabuli 6 santrinya kepada Kepolisian Sektor Kota (Polresta) Banyuwangi.
- Bupati Ipuk Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Pesanggaran Banyuwangi
- Bertemu Ribuan Nelayan di Pasar Ikan Muncar, Khofifah Siap Wadahi Aspirasi Perluasan TPI Hingga Pembangunan Breakwater
- Majapahit's Warrior Underwater, Ikon Wisata Baru Gabungkan Keindahan Laut dan Megahnya Diorama Budaya
"Yang tercatat laporan itu ada 6, perempuannya 5 lakinya 1. Semuanya masih di bawah umur,” kata Priyo, paman dari salah satu korban pelecehan seksual, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (23/6).
Dari 6 santri yang menjadi korban, dua anak perempuan di antaranya mengaku telah disetubuhi. Sedangkan 4 santri lainnya mengaku mendapat perlakukan pelecehan. Seperti diraba-raba bagian intim oleh terlapor F, dan percobaan sodomi.
“Awalnya dipanggil untuk mijit, lalu disuruh rebahan lalu didekap dan dipaksa untuk membuka sarungnya,” ujar Priyo.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan, bila pekan kemarin ada laporan tentang tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan pencabulan.
“Yang melaporkan itu 1 orang, namun korbannya ada 4 orang lainnya. Terlapor sudah di informasikan kepada kami dan sudah kami tingkatkan ke proses penyidikan,” ujar Kompol Agus.
Saat ini, polisi tengah melengkapi alat bukti untuk segera dilanjutkan kepada proses hukum selanjutnya.
“Sampai detik ini kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang,” tegasnya.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Bupati Ipuk Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Pesanggaran Banyuwangi
- Buron Usai Cabuli Santriwati, Oknum Kiai di Bangkalan Ditangkap di Probolinggo
- Revitalisasi Pasar Kembang Tahap Pertama Segera Dimulai, PD Pasar Surya Bangun TPS untuk Pedagang