Kasus Covid Naik Lagi, Ahli China Kembali Sarankan Pakai Masker dan Cuci Tangan 

Petugas medis melakukan tes asam nukleat di komunitas di Zhengzhou, Provinsi Henan, China Tengah, pada 5 November 2022/Net
Petugas medis melakukan tes asam nukleat di komunitas di Zhengzhou, Provinsi Henan, China Tengah, pada 5 November 2022/Net

Pihak berwenang di distrik Haizhu, Guangzhou di Provinsi Guangdong, China Selatan kembali melaporkan kenaikan angka kasus baru Covid-19.


Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah menghimbau penduduk untuk meninggalkan rumah kecuali diperlukan selama tiga hari mulai Sabtu.

Guangzhou mencatat 1.325 kasus positif pada pekan ini, di antaranya 1.253 ditemukan di distrik Haizhu.

Jumlah kasus positif yang belum pernah terjadi sebelumnya itu sebagian besar disebabkan oleh penularan varian Omicron tak yang kuat.

"Daerah pemukiman padat dengan gang-gang sempit, penularan virus secara aerosol mudah terjadi," kata Zhang Zhoubin dari pusat pencegahan dan pengendalian penyakit kota Guangzhou mengatakan pada konferensi pers Minggu, seperti dikutip dari Global Times, Senin (7/11).

Pakar China juga memperingatkan risiko ganda Covod-19 dan influenza musim dingin ini.

Zhong Nanshan, pakar penyakit pernapasan terkemuka Tiongkok, mengatakan pada sebuah forum pada awal November bahwa diperlukan lebih banyak upaya untuk mengatasi masalah ilmiah pencegahan dan pengendalian influenza selama pandemi Covid-19.

"Dunia masih menghadapi risiko gabungan pandemi Covid-19 dan influenza, terutama musim dingin ini," kata Zhong.

Menghadapi situasi epidemi yang parah, Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional, menegaskan pada konferensi pers hari Sabtu bahwa China akan terus mempertahankan strategi dinamis nol-Covid karena negara itu masih menghadapi banyak risiko yang ditimbulkan oleh kasus impor, transmisi komunitas domestik. dan influenza di musim dingin.

Sementara itu penasihat Komisi Kesehatan Nasional dan direktur Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit Pertama Universitas Peking, Wang Guiqiang, mengatakan pada konferensi pers hari Sabtu bahwa mutasi Omicron yang semakin menular, membuatnya lebih sulit untuk mencegah dan mengendalikan epidemi.

"Tetapi strategi pencegahan dan pengendalian epidemi China saat ini masih efektif dalam mencegah wabah skala besar," ujar Wang.

Dia mengatakan bahwa langkah-langkah saat ini, termasuk memakai masker, menjaga kebersihan tangan dan jarak sosial, masih menjadi sarana yang sangat penting untuk mengendalikan penyebaran virus dan mencegah infeksi.