Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengajak kepada semua warga NU agar siap untuk memasuki abad kedua NU.
- Ketua PBNU: Orang NU Tidak Haram Mencoblos PAN
- Mardani Divonis Hakim Tipikor 10 Tahun Penjara, Koordinator MAKI Sebut Putusan yang Wajar
- Ketum PBNU Ucapkan Selamat Datang Jokowi dan Semesta di Abad Kedua NU
Baca Juga
Demikian disampaikan KH Miftachul Akhyar saat menyampaikan sambutan dalam Resepsi Puncak 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2).
"Kita harus punya hati dan otak dobel ibarat mobil punya dua gardan yang siap menggerakkan seluruh anggotanya, elemen-elemennya, dan untuk mendapatkan energi kekuatan di dalam memasuki abad kedua ini," kata KH Miftachul Akhyar, Selasa (7/2).
Ia menyampaikan bahwa memasuki abad kedua NU, warga Nahdliyin perlu menata mental yang lebih kuat lagi, tidak mudah terbawa arus pihak luar.
Sebuah prinsip harus ditanamkan kuat di dalam diri Nahdliyin. Menurutnya, bekal ini yang harus dimiliki warga NU untuk mengarungi abad kedua NU.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya ini juga meyakini, memasuki abad kedua NU ini, warga Nahdliyin akan semakin maju dan menjadi organisasi yang lebih solid.
"Saudaraku, tentu saya yakin para muassis NU hadir di tengah kita, menyaksikan kesanggupan kita untuk menyongsong abad kedua ini. Untuk lebih baik menjadi organisasi yang sistemik, organisasi yang munadzdzam, organisasi yang satu komando," kata Kiai Miftah.
Di akhir, Kiai Miftah juga menyampaikan terima kasih kepada segenap jamaah yang hadir dalam Resepsi Puncak 1 Abad NU.
Ia berharap NU di abad kedua makin bisa berkiprah untuk masyarakat.
"Terima kasih semuanya, terutama organisasi-organisasi kemasyarakatan, organisasi keislaman yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.Terima kasih semuanya," tuturnya.
"Semoga kita di dalam menjalani 1 abad NU dan titik nol hari ini kita berangkat untuk menyongsong abad yang kedua, semoga diberikan maunah, kesehatan yang prima," pungkasnya.
- Satu Abad NU, Anugerah PWNU Award 2023, Gubernur Khofifah: Jadi Tolok Ukur Key Performance Indicator (KPI)
- Ketua PBNU: Orang NU Tidak Haram Mencoblos PAN
- PAN Gelar Sinposium Satu Abad NU, Harmonisasi Dua Ormas Islam Terbesar