Gunung Api Raung sejak 1 hingga 3 Februari ini terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanis. Mulai dari tremor yang terjadi terus-menerus (microtremor), gemuruh dan hujan abu di wilayah Kecamatan Licin, Banyuwangi.
- KPU Ngawi Minta Maaf, Saat Penetapan Paslon Terpilih Tamu Terbatas
- Sidak PPKM Darurat, Bupati Kediri Masih Temukan Warkop Buka Hingga Larut Malam
- Bupati Yes Apresiasi Solidaritas Komonitas Pedangdut Lamongan
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Raung (PPGA) Raung, Mukijo mengatakan, peningkatan aktivitas vulkanis itu teramati pada pukul 00.00-06.00 WIB. Gunung 3332 MDPL yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember itu mengeluarkan asap kawah putih dan kelabu dengan ketinggian mencapai 1000 meter dari puncak.
"Sempat terlihat cahaya api, suara gemuruh terdengar di radius 20 kilometer dengan skala kecil. Untuk abu mengarah ke timur. Dari beberapa laporan hujan abu terjadi di wilayah Kecamatan Licin," kata Mukijo, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, (3/2).
Abu vulkanik, jelasnya, berpotensi terjadi di wilayah sekitar Gunung Raung. Hal itu bergantung kepada arah mata angin. Hingga siang ini, angin masih dominan ke arah ke timur.
Untuk microtremor yang terjadi, lanjutnya, terekam dengan amplitudo 5-32 milimeter, lebih dominannya 13 mm.
Ketua PPGA Raung itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. Meskipun status gunung berada di level II atau waspada. Untuk puncak erupsinya, PPGA belum mengetahui secara pasti kapan akan terjadi.
"Kalau puncak belum tahu ya. Kalau tremornya masih tinggi dan fluktuatif, kemudian suara gemuruhnya juga masih terus terdengar, cahaya api terus terlihat," papar Mukijo.
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Sosialisasikan Aktivasi IKD, Dispendukcapil Surabaya Gandeng Selebgram
- Sebabkan Kemacetan, Satpol PP Surabaya Tertibkan Usaha Barang Bekas di Bantaran Sungai Kali Tebu
- PKPU 6 Tahun 2023 Terbit, Jumlah Dapil dan Pembagian Alokasi Kursi DPRD Banyuwangi Berubah