Anggaran Proyek Pasar Surabaya Terancam Dicoret

Anggaran pembangunan proyek pasar terancam dicoret DPRD kota Surabaya jika polemik relokasi pedagang unggas dari pasar Keputran selatan ke pasar Panjang Jiwo, tidak segera diselesaikan.


"Kita buatkan surat rekomendasi ke wali kota. Hari ini Selasa (23/10), kita akan kirim. Ya bunyinya supaya pasar unggas Keputran jangan direlokasi ke pasar Panjang Jiwo,” ungkap Armudji.

Armudji juga meminta Pemkot Surabaya agar membuatkan instalasi pengelolaan limbah (IPAL) yang bagus untuk para pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan.

"Kalau relokasi ini dipaksakan, yo dilawan karo warga dan masyarakat di sana,” imbuh Armudji.

Armudji berinisiatif untuk tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pasar Keputran Selatan dan Pasar Panjang Jiwo dalam penyusunan APBD tahun 2019 mendatang, apabila rekomendasi DPRD Surabaya ini tak dihiraukan oleh Pemkot Surabaya.

"Oh iya. Anggarannya gak akan tak kasih kalau dipaksakan,” tandas Armudji.

Sebelumnya, Jum'at (19/10) saat rapat dengar pendapat (hearing) dengan komisi A DPRD Surabaya, pejabat kampung yang terdiri dari 25 ketua RT, 4 ketua RW dan ketua LKMK Kelurahan Tenggilis Mejoyo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo menggelar aksi mengundurkan diri dari jabatannya.

Tak hanya itu, mereka juga mengembalikan semua stempel pelayanan ke kantor kecamatan Tenggilis Mejoyo.

Ricuh ini lantaran Pemkot Surabaya berencana merelokasi pasar unggas Keputran ke pasar Panjang Jiwo.

Alasan penolakan para pejabat kampung ini lantaran Pemkot Surabaya tak pernah memikirkan aspek lainnya yang sangat berdampak cukup fatal yakni soal bau sebab Pasar Panjang Jiwo lokasinya berimpitan dengan rumah penduduk.[arf/aji

ikuti terus update berita rmoljatim di google news