Peringatan dua tahun tragedi penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan diisi oleh sejumlah tokoh seperti MH Ainun Najib atau lebih akrab disapa Cak Nun dan presenter kondang Najwa Shihab. Acara sarasehan budaya digelar di pelataran gedung KPK dan dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, seperti mahasiswa, buruh, hingga pegawai KPK.
- Mahasiswa Keperawatan Diduga Cabuli Anak TK Akhirnya Jadi Tersangka
- Anggota DPRD Jatim Dilaporkan Warga Situbondo Gegara Gelar Pesta Pernikahan Selama 3 Hari
- KPK Mulai Lakukan Penyelidikan ke Pejabat Daerah Penghasil Nikel
Di sisi lain, Novel Baswedan yang turut hadir dalam acara diskusi lesehan budaya itu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendesak pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.
Menurut Novel, jika pemerintah tidak merespon maka seolah melanggengkan pembiaran karena pegiat antikorupsi selalu mendapatkan perlawanan.
"Ketika sampai sekarang sudah 2 tahun belum ada langkah yang terang, maka saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendesak presiden membentuk TGPF Independen," kata Novel.
Bahkan, Novel menyebut iktikad dari pimpinan KPK untuk berterus terang bukanlah perkara sulit untuk membantu pengungkapan terhadap kasus yang dialaminya.
"Itu seharusnya bukan perkara sulit. Kalau kasus ini justru sebaliknya, penangannya akan jauh lebih sulit. Pimpinan KPK itu harusnya membuka diri dan tidak menutup-nutupi," ungkap Novel.
"Artinya kita bicara apa adanya. Tentunya KPK sadar bahwa KPK pasti dimusuhi oleh koruptor," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Cak Nun turut angkat bicara dan mengaku siap diikutsertakan dalam penuntasan kasus Novel jika sewaktu-waktu ia diminta oleh KPK. Sebab, perkara Novel adalah cambuk bagi pemberantasan korupsi.
\"Kebenaran itu ada yang wajib disampaikan. Misalnya kebenaran mengenai kasusnya Novel Baswedan, harus diperjelas, harus dituntaskan," kata Cak Nun.
"Kalau saya dibutuhkan desakan-desakan. Ini malam ini sudah merupakan desakan besar terhadap pemerintah atau kepada siapapun saja. Saya ini disuruh apa? Kira-kira nanti dalam bentuk apa sehingga Anda dan kita semua sudah menjadi satu kesatuan berkaitan dengan perjuangan ini," demimian Cak Nun. [bdp]
ikuti terus update berita rmoljatim di google news
- Kemenkumham Tepis Keresahan AS Soal UU KUHP Bisa Mengancam Investor
- Bila Dipecat Sesuai Putusan Inkracht PN Tipikor, Ferry Jocom Bakal Gugat Pemkot Surabaya
- Santri Meninggal, Pondok Modern Gontor Minta Maaf dan Siap Ikuti Proses Hukum